googlesyndication.com

0 Comment
Mengapa 10 Juta Gen Z Menganggur? Menaker Ungkap Penyebab Utamanya
Pekalongannews, Jakarta  - Berdasarkan data terbaru, sekitar 10 juta generasi Z di Indonesia masih belum berhasil memasuki dunia kerja. Menaker Ida Fauziyah menjelaskan beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya angka pengangguran di kalangan generasi muda ini.

Salah satu faktor utama adalah ketidakcocokan antara pendidikan yang diterima dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. 

Menurut Menaker Ida, banyak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh perusahaan. 

"Sistem pendidikan kita belum sepenuhnya responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah," ungkapnya.

Generasi Z, yang saat ini berusia antara 18 hingga 24 tahun, menghadapi tantangan dalam menemukan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan mereka. 

Banyak di antara mereka baru saja menyelesaikan pendidikan menengah atau perguruan tinggi, namun kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai.

Menaker Ida juga menyoroti kurangnya informasi mengenai peluang kerja sebagai faktor yang memperparah masalah pengangguran. 

Banyak lulusan tidak memiliki akses atau pengetahuan yang memadai tentang cara mencari pekerjaan secara efektif. Mereka sering kali tidak tahu bagaimana membuat CV yang menarik, menghadapi wawancara kerja, atau mencari lowongan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana mengambil langkah-langkah konkret, salah satunya memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan dan industri untuk menyelaraskan kurikulum sekolah dengan kebutuhan pasar kerja. 

"Program magang dan pelatihan kerja juga perlu diperluas untuk memberikan pengalaman praktis kepada siswa sebelum mereka lulus," tambah Menaker Ida.

Pemerintah juga berencana meningkatkan akses informasi mengenai peluang kerja melalui berbagai platform digital. Dengan adanya portal pencarian kerja yang terintegrasi dengan data pemerintah dan perusahaan, diharapkan lulusan dapat lebih mudah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Selain itu, program pelatihan kewirausahaan akan diperluas untuk mendorong Gen Z menciptakan peluang kerja sendiri dan tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan yang ada.

"Kami mengakui pentingnya peran serta semua pihak, termasuk pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta, untuk menciptakan ekosistem yang mendukung bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja," tegas Menaker Ida.

Dengan upaya bersama, diharapkan tantangan pengangguran ini dapat diatasi sehingga Gen Z dapat berkontribusi lebih optimal dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Post a Comment

 
Top