googlesyndication.com


Pekalongannews, Batang - Kelangkaan Minyak Goreng bersubsidi merek Minyak Kita membuat masyarakat resah. Dikabarkan pasokan dari distributor mengalami penurunan yang menyebabkan produk ini sulit ditemukan di pasaran.

Seperti halnya yang terjadi baru baru ini ada suatu kecurangan dalam penjualan minyak goreng yang dilakukan oleh sebuah toko grosir di Pasar Weleri Kendal dengan ditemukannya 1629 dus Minyakita yang dijual dengan harga yang lebih tinggi dari harga eceran tertentu (HET) Rp 14.000 hal tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Anggota Dewan Pakar DPP PKS, Rizal Bawazier, mengatakan Penjualan minyak goreng dengan harga yang lebih tinggi dari HET dapat menyebabkan beban keuangan yang tidak seharusnya diterima oleh masyarakat.

Hal ini juga dapat memicu kenaikan harga barang lain dan memperburuk situasi perekonomian masyarakat.

Setelah Kementerian Perdagangan mencabut kebijakan HET pada tahun 2022, minyak goreng kembali membludak di pasaran. Oleh karena itu, Rizal Bawazier menyarankan pemerintah untuk mempertimbangkan harga internasional sebelum menetapkan kebijakan HET untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di masa depan.

“Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa minyak goreng tersedia dengan harga yang wajar bagi masyarakat, ungkap RB sapaan Rizal Bawazier.

Ini juga menunjukkan pentingnya memperkuat pengawasan dan sanksi terhadap tindakan kecurangan dalam penjualan barang pokok seperti minyak goreng.

Pihak berwenang harus memastikan bahwa tindakan tegas diambil terhadap toko grosir yang melakukan penjualan minyak goreng dengan harga yang tidak sesuai dengan HET.

“Masyarakat juga harus waspada dan selalu memastikan bahwa harga barang yang dibeli sesuai dengan HET yang ditentukan oleh pemerintah, “ pungkasnya.
 
Top