0 Comment
Menteri Investasi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia 
Pekalongan News, Batang - Menteri Investasi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik ubin keramik seluas 13 hektar di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.

PT Rumah Keramik Indonesia yang memproduksi ubin keramik untuk kebutuhan pasar dalam negeri tersebut telah berinvestasi sebesar Rp 1,5 triliun di KITB.

Pembangunan pabrik sendiri direncanakan rampung akhir 2023 dengan kapasitas produksi sebesar 21,6 juta meter persegi pertahun. Adapun tenaga kerja yang terserap mencapai seribu orang.

Untuk mendorong peningkatan investasi bagi pemulihan ekonomi nasional melalui Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pemerintah tidak saja memberikan kemudahan izin, intensif maupun pembebasan bea masuk belanja modal impor, namun juga menyetujui keinginan investor yang meminta jaminan harga gas sebesar 6 Dollar per Million British Thermal Unit (MMBTU).

Menurut Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, pembangunan industri keramik merupakan sejarah baru PMDN, karena selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga menjadi bagian dari substitusi impor.

"Diharapkan hilirisasi industri dalam negeri mampu memberikan dampak positif bagi serapan tenaga kerja lokal seperti yang diharapkan bapak presiden," katanya, Selasa (7/6/2022).

Bahlil juga mengungkapkan bahwa peletakan batu pertama pabrik PT Rumah Keramik Indonesia merupakan sejarah baru karena menjadi PMDN pertama yang berinvestasi di KITB.

"Dulunya kan perusahaan ini jadi importir ambil barang dari luar negeri, sekarang dia membangun industri sendiri, inilah yang dimaksud bapak presiden untuk mampu memberikan nilai tambah kemudian terjadi hilirisasi serta menciptakan lapangan kerja dan ini harus kita syukuri," bebernya.

Bahlil menyebut bahwa pengusaha tidak bisa dibiarkan sendiri karena negara butuh pengusaha, jadi pemerintah dengan pengusaha itu harus kolaborasi.

"Bentuk kehadiran pemerintah itu izin gampang, memberikan isentif, harga gas yang terjangkau agar produk mereka itu kompetitif," tandasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top