0 Comment

Kabupaten Batang - Nestle Indonesia memulai pembangunan pabrik baru seluas 20 hektar di Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Pabrik dengan nilai investasi sebesar USD 220 juta tersebut direncanakan akan beroperasi pada 2023 dengan kapasitas produksi awal tujuh ribu liter susu perhari.

Ada tiga produk olahan susu dan kopi yang nantinya akan diproduksi pabrik Nestle yang berdiri di kawasan Batang Industrial Park (BIP) Bandaraya Batang, yakni susu cair steril Bear Brand, susu siap konsumsi Milo dan kopi Nescafe.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, beroperasinya pabrik Nestle di Batang selain akan menyerap tenaga kerja juga menimbulkan multiefek bagi masyarakat karena dalam produksinya akan mengambil susu dari peternak setempat.

"Bagi saya yang menarik adalah sistem yang dikelola Nestle dengan melibatkan masyarakat atau peternak setempat, hasilnya menjadi bahan baku bagi industri susu yang diproduksi Nestle," terang Bahlil Lahadalia usai peletakan batu pertama pembangunan pabrik Nestle, Kamis (20/5/2021).

Bahlil menyebut, perputaran uang dari keterlibatan peternak sapi yang menjadi mitra Nestle mencapai Rp 4,6 miliar perhari.

Dengan terus bertumbuhnya investasi di Jawa Tengah, terutama Batang diharapkan akan berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional.

"Saya berharap Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah tujuan investasi karena saat Jateng berada di urutan lima nasional sebagai daerah tujuan investasi," katanya.

Sementara itu Presiden Director PT Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar mengatakan pabrik yang baru nanti akan menggunakan teknologi canggih serta ramah lingkungan dengan kualifikasi tertinggi yang telah memenuhi sertifikasi halal.

Ganesan Amplavanar mengatakan, Nestlé Indonesia tiap hari telah membeli lebih dari 750.000 liter susu segar dari 26.000 peternak sapi perah.

Jumlah tersebut merupakan peternak mitra Nestle yang tergabung di 42 koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah guna memenuhi kebutuhan bahan baku susu segar bagi pabrik Kejayan di Jawa Timur. 

"Investasi pabrik di Bandaraya Batang merupakan strategi bisnis Nestle guna meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin tinggi," jelasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top