0 Comment

 Ribuan mahasiswa di Kota Pekalongan, berunjuk rasa menolak pengesahan UU Omnibus Law
Kota Pekalongan - Ribuan mahasiswa di Kota Pekalongan, berunjuk rasa menolak pengesahan UU Omnibus Law oleh DPR. Aksi mahasiswa yang semula berjalan damai berubah menjadi kericuhan. Lemparan botol air mineral dan batu beterbangan dari luar pagar gedung DPRD setempat mengarah ke aparat keamanan. 

Tidak hanya diwarnai aksi pelemparan botol dan batu, unjuk rasa ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut juga berhasil menjebol pintu gerbang besi dan menerobos masuk.

Aksi mahasiswa pun langsung dihadang oleh tembakan water canon hingga menyebabkan kocar-kacir. Namun aksi tidak berhenti begitu saja, ribuan mahasiswa kembali menjadi beringas. Benar saja, ratusan batu berbagai ukuran langsung menghujani pihak keamanan dari Polres Pekalongan, Brimob dan Kodim 0710 Pekalongan yang berusaha menghalau mahasiswa dengan menembakan gas air mata.

Di luar tembok yang manjadi pagar gedung DPRD, ribuan mahasiswa melampiaskan kekesalanya dengan merusak sejumlah mobil dan kendaraan yang terparkir di depan gedung. Tidak cukup menghancurkan mobil polisi, massa juga menghancurkan mobil yang parkir di gedung sebelah.

Dari pantauan lokasi, tercatat lima mobil dalam kondisi rusak berat. Dari kubu mahasiswa tercatat empat orang mahasiswa berhasil ditangkap dalam kekacauan tersebut. Dalam aksi itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Ardian Suez ikut terluka, belakang telinganya berdarah terkena lemparan batu demonstran.

Aksi brutal Mahasiswa sedikit reda setelah belasan Babinsa Kodim 0710 Pekalongan, memutuskan keluar pagar dan berusaha meredam amarah ribuan mahasiswa. Hanya dengan tangan kosong tanpa dibekali senjata, sejumlah babinsa mencoba berkomunikasi dan memberikan ruang untuk bisa berdialog. Nyanyian lagu kebangsaan dan yel yel mars perjuangan buruh pun bergema.

Duet Dandim Pekalongan, Letkol CZi Hamonangan Lomban Toruan dan Kapolres AKBP Egy Ardian Suez, akhirnya sukses menjinakan Amarah mahasiswa dengan memberikan kesempatan bertemu dengan anggota dewan dan menyampaikan aspirasinya.

"Saya berikan kesempatan kepada perwakilan adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dengan damai karena saya juga dapat pesan cinta dari kalian semua," ucap Kapolres disambut gemuruh tepuk tangan mahasiswa, Kamis (8/10/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Hamonangan Lomban Toruan, juga meminta mahasiswa untuk tenang dengan memberikan kesempatan rekan-rekanya untuk berdialog dengan anggota dewan di dalam gedung 

"Saya minta semua tenang, berikan kesempatan kami untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Silahkan perwakilanya untuk maju berdialog,"  pintanya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Pekalongan, berjanji, hasil dari aspirasi yang disampaikan akan diteruskan ke DPR RI untuk bisa didengar.

"Saya berjanji akan mengirimkan aspirasi adik-adik mahasiswa ke senayan," janjinya.

Setelah diterima bertemu perwakilan DPRD Kota Pekalongan, berangsur-angsur masa membubarkan diri dengan tertib.

Post a Comment Blogger

 
Top