0 Comment

Kota Pekalongan - Dihempas gelombang tinggi, belasan warung dan lapak pedagang kaki lima di sepanjang pesisir pantaisari, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, mengalami kerusakan parah.


Gelombang pasang setinggi satu hingga dua meter yang terjadi sejak Minggu pagi, juga menggenangi pemukiman serta menutup akses jalan sepanjang pinggir pantai.

Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh gelombang pasang tersebut, sejumlah personel Kapal IX-1015 Dit Polairud Polda Jawa Tengah, mulai melakukan upaya pembersihan material dan menambal kerusakan jalan untuk memulihkan akses warga.

Selain itu, belasan warung dan lapak dagangan milik warga setempat juga diperbaiki untuk mengurangi kerugian agar segera pulih dan beraktifitas kembali.

Komandan Kapal KP IX-1015 Dit Polairud, Polda Jawa Tengah, Bripka Wahyoe Tri P, mengatakan, gelombang pasang telah merobohkan tiga warung dan merusak belasan lapak milik pedagang dan merusak fasilitas publik.

"Untuk memulihkan akses jalan dan membantu warga, kami kerahkan personel ke lokasi. kami bergotong royong menyingkirkan material maupun menambal kerusakan," terang Bripka Wahyoe, Minggu (20/9/2020).

Wahyoe, menjelaskan, gelombang pasang disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Untuk itu warga diminta waspada dan hati-hati.

"Kami sampaikan, untuk sementara aktifitas ekonomi maupun kegiatan mencari penghasilan dengan berdagang di tepi pantai, sementara ditunda sambil menunggu situasi reda atau normal," ucapnya.

Kepada warga, Bripka Wahyoe, juga meminta agar segera melaporkan ke Polairud bila terjadi sesuatu selama cuaca buruk atau gelombang pasang.

"Secepatnya akan kami tindaklanjuti laporan warga yang meminta bantuan ke Polairud," pungkasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top