0 Comment
Kota Pekalongan- Dalam rangka percepatan pencapaian indikator Program Indonesia Sehat (PIS) dengan Pendekatan Keluarga (PK) di Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan jalin kerja sama dengan Universitas Pekalongan. Kerjasama tersebut dilakukan saat penerimaan Praktek Belajar Lapangan (PBL) program studi kesehatan masyarakat, fakultas ilmu kesehatan, Universitias Pekalongan di ruang Amarta Setda, Senin (8/4).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto menuturkan bentuk kerjasama tersebut dengan melibatkan mahasiswa untuk melakukan pendataan PIS PK di beberapa wilayah puskesmas dikota Pekalongan (Iks).

“ Memang tidak semua puskesmas , hanya beberapa saja yaitu puskesmas Klego, puskesmas Medono, puskesmas Kramatsari. Mereka tidak hanya mendata tapi melakukan pengolahan dan analisa data, hasilnya mencakup seluruh puskesmas yang ada di Kota Pekalongan. Jadi untuk hasil dari pengolahan dan analisa data ini untuk intervensi PBL berikutnya,” tuturnya.

Ditambahkanya, bahwa sampai dengan Maret 2019 ini jumlah Iks di kota Pekalongan masih rendah hanya 0,16 persen. Dari 97.594 jumlah kepala keluarga sampai dengan maret ini, baru 59.593 kepala keluarga yang sudah di data. Dari jumlah tersebut hanya 0,16 persen. " Masih rendahnya iks disebabkan karena banyaknya keluarga yang belum memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Hipertensi, dan merokok," tambahnya.

Sementara itu walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz yang hadir pada kesempatan tersebut mengungkapkan apresiasi kepada Universitas Kota Pekalongan atas kerjasama yang dilakukan. menurutnya hal ini perlu dipacu untuk bersinergi membantu pemerintah mendapatkan data yang akurat. “  Tentu saja harus kita pacu kerjasama ini untuk membantu pemerintah Kota melakukan pendataan,” tuturnya.

Walikota juga menyampaikah bahwa isu-isu strategis yang ada dikota Pekalongan seperti stunting dan dampak kesehatan masyarakat dari rob yang berkepanjangan dapat dijadikan penelitian untuk mahasiswa unikal. “ Saya pikir itu menjadi penilitian yang menarik bagi mahasiswa bagaimana dampak yang ditimbulkan dari rob yang bertahun-tahun ,” tambah Saelany. (Red/rus)

Post a Comment Blogger

 
Top