Dapat Dukungan Warga Tiga Desa, PT KPS Realisasikan Investasi Kandang Sapi

July 02, 2018
pekalongan-news.com
Perwakilan tiga desa dari dua kecamatan sepakat dukung investasi kandang sapi di sosialisasi yang digelar Senin siang di Mulia Resto Jalan Raya Tulis (2/7/18)
Batang
Rencana investasi kandang sapi milik PT Kejora Pelita Semesta (KPS) di lahan Wonorejo, Desa Tulis, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang mendapat dukungan warga. Hal tersebut terungkap saat kegiatan sosialisasi di Mulia Resto, Senin (2/7/18) siang.

Sosialisasi rencana pendirian, pengembangan usaha atau kegiatan peternakan dan pembibitan sapi tersebut dihadiri oleh OPD terkait, Dinas Perkebunan Provinsi dan seratusan perwakilan warga tiga desa yang ada Kecamatan Kandeman dan Tulis, yakni Desa Bakalan, Wonokerso serta Tulis.

Sekda Kabupaten Batang, Nasikhin, mengatakan, kalau investasi yang akan masuk ke Batang banyak sekali seperti Industri Garmen dan investasi pembibitan kandang sapi ini.

Menurut dia, prosesnya masih di RTRW. Andai nanti telah selesai semua, maka lapangan kerja untuk masyarakat Kabupaten Batang akan semakin terbuka luas dan dampak ekonominya akan bisa dirasakan.

Kendati demikian, pihaknya sangat berharap agar investasi yang masuk tidak boleh melanggar aturan tata ruang termasuk juga kebutuhan tenaga kerjanya mengutamakan warga setempat atau warga Batang sendiri.
"Karena investasi pembibitan sapi ini nantinya akan berdiri dilokasi lahan milik dinas perkebunan provinsi Jawa Tengah maka Jika perijinannya sudah lolos semua, masyarakat diharapkan bisa memberikan dukungan," ujarnya.
Perwakilan manajemen PT KPS, Leo Wahyudi menjelaskan, lahan untuk kebutuhan investasi seluas 12 hektar milik Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, lahan yang akan difungsikan merupakan masih berupa ilalang atau tanaman liar. 
"Tahap awal dari 12 hektar lahan, yang akan dipergunakan sebagai kandang hanya 2 hektar. Kedepanya semoga saja ada pengembangan," ungkapnya.
Dia menuturkan, PT KPS berencana mendatangkan 1000 ekor sapi indukan dengan jenis simental atau bangsa bos taurus kemudian akan dikembangkan menggunakan metode penggabungan antara peternakan dengan teknologi sehingga dampak dari usaha seperti limpah akan mampu dikelola secara profesional.
"Kita akan libatkan masyarakat untuk mengelola sehingga bisa bermanfaat sebagai pupuk," jelasnya.
Dia mencontohkan, keberadaan investasi serupa yang berlokasi di Desa Kandeman mampu melibatkan tenaga lokal untuk mengurus 700 ekor sapi, mulai dari petugas kandang hingga petugas penanam rumput atau pakan.

Sementara itu, Kepala Desa Tulis, solikhin, mengatasnamakan warga menyatakan dukunganya rencana PT KPS untuk berinvestasi. Harapanya masyarakat setempat bisa menikmati keuntungan dengan ikut bekerja di kandang sapi.
"Ini salah satu bagian dari pemecahan solusi tenaga kerja setelah dampak fungsional jalan tol yang berpengaruh menurunkan pendapatan warga setempat yang berjualan durian maupun lainya," pungkasnya.

Share this

Related Posts