Bupati Batang Termasuk Pecinta Budaya Jawa

February 10, 2018

kegiatan adat Naluri Jumadil awal Sampar Banyu (Penjamasan Pusaka berupa Linggis dan Gamelan),Bertempat di Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang  Jumat (9/02/18).

Kegiatan adat Jumadil awal sampar banyu di Dukuh Maron Barat Rt. 01/02 Desa Pesalakan dengan cara pencucian benda pusaka berupa linggis dan alat-alat gamelan di saluran irigasi pesawahan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya dan kegiatan tersebut telah ada sejak ratusan tahun silam.

Kegiatan di hadiri oleh Bupati Batang H. Wihaji, Dandim Batang yang diwakili oleh Kapten Infantri Abdul Muntholib Pasi Intel Kodim Batang, Camat Bandar Haryono, Kapolsek Bandar Polres Batang IPTU Imam Sudrajat, Danramil 07/Bandar Kapten Inf Maryana, Staf Kecamatan Bandar, Perangkat dan Warga Desa Pesalakan.

Sebelum pelaksanaan acara Penjamasan Pusaka Kades Pesalakan Rapini dalam sambutannya mengatakan,
 "Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT, karena dengan semua anugrahnya kita semua dapat hadir pada kegiatan adat naluri Jumadil Awal sampar banyu yang dilaksanakan rutin setiap setahun sekali ini," ujar Kades Pesalakan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Batang, karena sudah banyak membantu diantaranya sentuhan paguyuban tingkat RT bisa terealisasi dan bantuan kematian 3 orang dari Bapak Bupati. 
"Saya mewakili warga desa Pesalakan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari Bapak Bupati yang telah turun ke Desa Pesalakan," imbuhnya..
Dalam sambutannya Bupati Batang Wihaji mengucapkan syukur kepada Allah S.W.T, sehingga kita semua bisa hadir dalam acara sampar banyu di Dukuh Maron Barat Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang ini tanpa ada halangan apapun. 

Lebih lanjut Wihaji menyatakan bahwa dirinya termasuk pecinta adat lokal dan insya Allah akan selalu hadir setiap ada kegiatan yang nguri-nguri adat,
"ini merupakan bagian kehormatan kepada saya dan marilah kita menghormati budaya leluhur dengan cara bersyukur, " Ujar Wihaji.
Ia mengharapkan semoga warganya guyub rukun, 
 "Tombo teko loro lungo, rejeki lancar utang lunas Aamin", semoga nguri-nguri budoyo ini merupakan semangat kita semua," imbuh Bupati.
Wihaji juga menyampaikan mulai tahun 2018, Ketua RT akan mendapatkan dana operasional 100 ribu perbulan serta, ada beberapa program pemerintah daerah diantaranya bantuan korban meninggal dunia 1 juta rupiah.
" monggo pak lurah diajukan siapa yang belum dapat silahkan mengajukan agar segera terealisasi bagi warga yang kurang mampu, tandas Wihaji. 
Silahkan masyarakat membayar PBB dikarenakan akan dikembalikan lagi ke desa dalam bentuk hibah maupun bangunan kepada masyarakat, silahkan bagi siapa yang hendak mengajukan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) diajukan dari tingkat RT agar mendapatkan bantuan 10 juta per rumah,
"Saya berharap semoga kedepan masyarakat Batang tambah maju dan makmur," Jelas Bupati.
Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan tali asih dari Bupati Batang Wihaji kepada Janda tua sebanyak 8 orang warga, Usai prosesi kegiatan Penjamasan Pusaka, Bupati Batang beserta rombongan melaksanakan pengecekan Eco Park Bandar bersama Forkopimcam Bandar.
(Pendim 0736/Batang)

Share this

Related Posts