Menyambut Tahun Baru 2018,Pemkab Batang Menghelat Doa Bersama

January 01, 2018
Polres Batang
Pemkab Batang menghelat doa bersama dalam rangka menyambut tahun baru 2018 bertempat di Rumah Dinas Bupati
Kabupaten Batang - Sedikit berbeda pada perayaan malam pergantian Tahun di di Kabupaten Batang, yang biasanya dengan dentuman musik dan pesta kembang api dari sore hingga malam pergantian tahun. Namun kali ini Pemkab Batang menghelat doa bersama dalam rangka menyambut tahun baru 2018 bertempat di Rumah Dinas Bupati, Minggu (31/12).

Acara diisi dengan Pembacaan surat Yasin dan Tahlil yang di pimpin KH. Sugeng Romadhon dari Reban. Kegiatan dihadiri Bupati Batang Wihaji, Wabup Suyono, Dandim 0736 Batang Letkol Inf. Fajar Ali Nugraha, Wakapolres Batang Kompol Hendri Yulianto, forkopimda, OPD.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, dipenghujung tahun saatnya kita untuk mengintrospeksi diri, apa yang telah kita lakukan dan perbuatan dalam satu tahun, kegiatan ini bermaksud untuk muhasabah sebagai upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya. 
" Muhasabah untuk evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspek baik di pemerintahan dan kehidupan kita sehari, yang di sertai dengan doa agar kita selamat di jauhkan dari bencana atau musibah yaitu membacakan surat Yasin dan Tahlil. Namuan demikian juga tetap memberikan ruang untuk perayaan malam pergantian tahun dengan pesta kembang api dan parade musik band," kata Wihaji 
Ia juga mengatakan selama 7 bulan 8 hari di tahun 2017 berbagai program yang dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya, secara umum pemerintahan berjalan dengan baik dari segi tata kelola maupun prestasi. 
"Capaian penyerapan anggaran berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana ( SP2D)yang sudah sampai akhir mencapai 95,6%, Ini pencapaian yang bagus berdasarkan serapan anggaran,” jelas Wihaji 
Untuk kemanfaatkan program yang sudah kita laksankan, lanjutnya sudah da yang kelihatan, namun juga program pembangunan ada yang belum kelihatan karena sifatnya pelatihan, sehingga belum bisa dilihat akan tetapi kalau pembangunan fisik sudah bisa dilihat, walaupun ada yang belum bisa di selesaikan.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi dan intropeksi kita semua agar kedepan bisa lebih bagus dan kurang bisa kita perbaiki dan lengkapi. Dan yang lagi kepikiran saya dengan Wakil bupati Suyono menaikan TPP ( Tunjangan Penghasilan Pegawai ) yang masih dirumuskanya, yang solusinya pendapat asli daerah tinggi bisa terlaksana untuk itu mari berlomba dalam bekerja dengan integritas dan semangat tinggi ,” pinta Wihaji 
Disampaikan juga oleh Wihaji, Program visi misi santunan kematian bagi masyrakat miskin dengan layanan aplikasi E- Sakti, yang penyalurannya sudah mencapai Rp. 166 juta sehingga masih saldo, karena kita anggaran Rp. Milyar untuk dua bulan. 
“ E- Sakti sudah berjalan dan sampai sekarang penyaluran santunan tersebut kurang lebih sudah mencapai Rp. 166 juta, sehingga saldo karna kita anggarkan Rp. 2 milar untuk dua bulan untuk perubahan anggaran,” terang wihaji 
Di Tahun 2018 kami menunggu kreativitas dan inovasi dari OPD ( Organisasi Perangkat Daerah ) dalam memberikan pelayanan masyarakat, agar pelayanan bisa efektif, efisien, sederhana dan bermanfaat namun sesuai dengan Standar Pelayanan Prosedur serta tidak melanggar undang – undang.

Share this

Koran online pekalongan dan sekitarnya adalah portal lokal wong pekalongan dan daerah sekitarnya yang bertujuan memberikan informasi berita berita lokal yang ada di pekalongan dan sekitarnya

Related Posts