Bupati Batang Melaunching Gerakan Penguatan Budi Pekerti

January 05, 2018


Pekalongan News
Bupati Batang Wihaji melaunching Gerakan Penguatan Budi Pekerti mengusung tema " Mewujudkan Generasi Emas Yang Berbudi Luhur, Cerdas, Kreatif Dan Inovatif " bertempat di Pendopo Kabupaten
Kabupaten Batang
Bupati Batang Wihaji melaunching Gerakan Penguatan Budi Pekerti mengusung tema " Mewujudkan Generasi Emas Yang Berbudi Luhur, Cerdas, Kreatif Dan Inovatif " bertempat di Pendopo Kabupaten setempat, Kamis (4/1/18).
"Sebelum kita berbicara jauh tentang penguatan budi pekerti kita coba instropeksi diri kita sendiri, apakah kita sebagai guru sudah memenuhi standar nilai - nilai dari budi pekerti apakah belum," tanya Wihaji di hadapan ratusan guru yang menghadiri kegiatan itu.
Ia juga mengatakan tolak ukur budi pekerti adalah ahlak, tingkah laku, dan kehidupan kita di masyarakat, bagaimana kita sebagai orang tua sekaligus sebagai guru menjadi panutan, pedoman untuk anak dan lingkungan sekitar kita.
"Saya kira kejujuran menjadi langkah awal atau pondasi untuk mengawali suksesnya gerakan penguatan budi pekerti ini," tutur Wihaji
Menurutnya moral, etika dan Integritas yang tinggi serta kejujuran menjadi bagian yang penting dan tak terpisahkan dalam penerapannya, dari semuanya itu harus dan bisa dimulai dari tingkat keluarga, sekolah, dan lingkungan kesehariannya.
“Jangan hanya anak menjadi obyek sasaran atas penurunan moral, nilai nilai luhur dan sopan santun yang kita alami sekarang ini," tandas Wihaji
Ditegaskan juga oleh Wihaji bahwa kita harus menelusuri dan tahu dimana akar permasalahannya, sehingga kita bisa mencari solusi dan tindakan yang tepat untuk mengatasi penyebab dari turunnya budi pekerti, apakah karena dari perkembangan zaman yang membawa dampak negatif, atau penurunan kualitas dari guru serta lingkungan pergaulan yang mengadopsi budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya leluhur kita.

Sementara Kepala Disdikbud Rahmad Nurul Fadilah mengatakan, gerakan penguatan budi pekerti ini sebagai jawaban atas kegelisahan orang tua dengan keadaan anak zaman sekarang. Kemajuan teknologi yang serba modern kian lama kian menggusur nilai nilai moral bangsa kita.
"Turunnya nilai sopan santun dan tata krama kepada orang tua menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi orang tua serta tenaga pendidik," kata Rahamat Nurul Fadilah
Untuk lebih menguatkan lagi Katanya, Kedepan akan ada mata pelajaran penguatan Budi pekerti yang mengganti mata pelajaran muatan lokal ubi kayu dari tingkat SD sampai tingkat SMA. Karena jangan sampai anak kita menjadi asing dengan budaya kita sendiri budaya baik yang sudah turun menurun dari leluhur kita 
"Kegiatan penguatan budi pekerti ini bisa dikatakan berhasil apabila ditahun mendatang anak anak generasi kita menjadi generasi emas yang berbudi luhur," tandas Rahmat Nurul Fadilah
Dalam kegiatan tersebut disuguhkan Tarian Gambyong, drama treatikal budi pekerti yang menggambarkan keadaan anak Zaman sekarang dengan penurunan moral serta degradasi budi pekerti dan sebagai, serta tarian Khas Batang Tari Tahu Rombyong diiringi oleh Sanggar Putra Budaya.
Sejumlah personel Polres Batang dan Polsek Batang Kota mengamankan jalanya acara.

Share this

Koran online pekalongan dan sekitarnya adalah portal lokal wong pekalongan dan daerah sekitarnya yang bertujuan memberikan informasi berita berita lokal yang ada di pekalongan dan sekitarnya

Related Posts