Pasokan Berkurang 2 Persen, Gas Melon Di Batang Sulit Didapat

November 23, 2017
Beberapa pekan terakhir warga di Kabupaten Batang dan sekitarnya kesulitan mendapatkan gas LPG ukuran 3 kg. Sulitnya warga mendapatkan gas bersubsidi tersebut disinyalir karena pasokan gas dari Pertamina ke sejumlah agen di Batang berkurang sehingga distribusinya tidak lagi merata.

Salah satu petugas administrasi agen LPG di Kabupaten Batang, TO, membenarkan kalau alokasi distribusi gas LPG untuk wilayah Batang dikurangi sehingga jatah untuk pangkalan gas LPG ukuran 3 kilo otomatis berkurang sehingga sebagian masyarakat sulit mendapatkanya.
"Di bulan Oktober kami masih menerima alokasi sebanyak 40640 tabung namun mesuki bulan November alokasi berkurang menjadi 39.760 tabung," ungkapnya, Rabu (22/11/17).
To menjelaskan, berkurangnya pasokan gas LPG 3 kg juga dirasakan 9 agen lainya yang berimbas kepada tidak meratanya distribusi di 500 an pangkalan yang ada, kondisi demikian, lanjut TO, diperparah dengan terhentinya pasokan gas LPG dari wilayah Kota Pekalongan. 

TO membeberkan, selama ini kebutuhan gas LPG di wilayah Batang sangatlah tinggi sehingga kalau hanya mengandalkan pasokan dari Pertamina saja tidak akan mecukupi dan celah tersebut diduga dimanfaatkan oleh pemasok dari Kota Pekalongan.
"Sebenarnya praktik masuknya gas dari Kota Pekalongan sangatlah dilarang namun karena permintaan di Batang tinggi sementara stok tidak cukup akhirnya distribusi gas LPG 3 kg leluasa masuk tapi sekarang setelah semua mengalami pengurangan otomatis pasokan dari daerah sebelah ikut terhenti akibatnya masyarakat sekarang kesulitan," bebernya.
TO menyebut, total pengurangan alokasi gas LPG di wilayah Kabupaten Batang sebesar 2 persen per bulan November sehingga praktis kalau dihitung selama sebulan kedepan pihaknya akan kehilangan Loading Order (LO) sebanyak tiga kali.
"Satu LO setara 560 tabung sehingga pasokan ke 39 pangkalan yang saya pasok terpaksa disesuaikan," tandasnya.
Sementara itu dari hasil pengamatan di sejumlah pangkalan gas LPG di wilayah Batang Kota, rata-rata mengatakan barang ludes sesaat setelah droping, mereka mengaku barang langsung didistribusi ke pengecer dan sisanya dijual eceran.


Share this

Related Posts