0 Comment
Panen perdana udang vaname dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Gulamah di lokasi tambak Kelurahan Panggung, Selasa (2/5/17) dihadiri jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Kota Tegal.

Ketua KUB Gulamah Kota Tegal, Teguh Sapari mengatakan, panen perdana udang vaname tersebut bertujuan untuk mengurangi sebaran populasi udang di areal tambak.
"Dari 200 ribu benih yang disebar, kami panen 40 ribu udang dahulu atau setara 4 kwintal udang," ungkap Teguh.
Dan dari 40 ribu benih atau 4 kwintal udang yang dipanen perdana tersebut, kata Teguh, jumlahnya setara dengan 20 persen dari total benih yang telah disebar.

Setelah panen perdana, lanjut Supari, pihaknya akan memanen lagi dengan jangka 10 hari kedepan atau secara parsial yang kedua dan akan dilanjutkan panen parsial yang ketiga sebelum mencapai puncaknya pada panen raya.

Teguh menjelaskan, dalam panen perdana udang vaname, akan didapat ukuran udang 100 size atau setara 100 ekor udang dalam setiap satu kilonya.

Untuk ukuran size 100, imbuh Teguh, laku dijual dengan harga Rp 60 ribuan perkilonya. Dan biasanya usia udang saat dipanen akan mempengaruhi harga jual.
"Semakin besar ukuranya atau saat tepat dipanen pada masa panen raya, harganya perkilonya bisa tembus diatas Rp 100 ribuan," terang Teguh.
Kepala OJK Kota Tegal, Yulius Eka Putra menyampaikan, pemanfaatan teknologi tepat guna dan pengelolaan yang profesional akan mempengaruhi hasil saat panen raya tiba.

Untuk itu, dirinya siap membuka kesempatan kepada para pengurus KUB untuk berdiskusi terkait persoalan yang dihadapi termasuk adanya kebutuhan permodalan.
"Saya harap nantinya Pemerintah Kota sebagai mitra dari OJK dapat menjembatani kebutuhan para petani tambak," tandasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top