1 Comment
Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) Kota Tegal, Nur Fuadi menyampaikan, Potensi industri perikanan di Kota Tegal mencapai 1,5 triliun pertahun. Setiap harinya tak kurang 350 hingga 450 ton ikan berhasil didaratkan oleh 10 hingga 15 kapal di Pelabuhan Kota Tegal. 
"Rata-rata satu kapal yang mendarat di Pelabuhan membawa hasil ikan sebanyak 25 sampai 30 ton ikan," ucap Nur Fuadi.
Laporan Nur Fuadi menggenapi pernyataan Walikota Tegal, Siti Masitha Soeparno saat mengadakan pertemuan dengan Meneteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, lusa lalu di Jakarta.
Walikota Tegal dalam kesempatan tersebut menyatakan, selama ini alat tangkap cantrang oleh nelayan Kota Tegal lebih difokuskan untuk menangkap cumi-cumi karena harganya relatif tinggi.

Menurut, Siti Masitha Soeparno, akibat terimbas dari kebijakan pemerintah melarang penggunaan alat tangkap cantrang, kondisi potensi perikanan Kota Tegal sedang lesu.
"Nelayan masih menunggu solusi atas persoalan ini dan pendapatan mereka pun saat ini turun drastis," ungkap Masitha.
Di kesempatan yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Tegal, Yulius Eka Putra mengungkapkan, saat ada 27 lembaga keuangan di Kota Tegal menanggung beban oustanding sebesar Rp 57.7 miliar terancam macet mengingat, hampir sebagian debiturnya adalah nelayan dengan kemampuan bayar yang merosot drastis. 

Hal tersebut, kata Yulius, akan mengakibatkan stabilitas keuangan di sektor perbankan Kota Tegal akan terganggu.
"Kalau permasalahan cantrang tidak selesai pada bulan Juli kedepan, maka sektor keuangan 27 lembaga keuangan di Kota Tegal berikut pelaku usaha seperti bakul ikan, pengusaha yang menggunakan bahan ikan dan home industri yang terkait akan terkena imbasnya," beber Yulius.

Post a Comment Blogger

  1. Semoga persoalan cantrang ini cepat diselesaikan dan jangan berlarut-larut lagi. Bravo!

    ReplyDelete

 
Top