0 Comment
Pekalongan News
Dok Humas Polres Batang
Kabupaten Batang 
Kelangkaan tabung gas LPG bersubsidi 3 Kg di Kabupaten Batang, membuat warung dan toko kehabisan stok baik di tingkat pengecer maupun SPBU, dengan adanya kelangkaan ini warga terpaksa antri.

Pemilik toko dan warung mengakui kelangkaan gas LPG subsidi 3 Kg ini sudah terjadi sekitar kurang lebih 1 pekan.
"Saya tidak tahu persis penyebab tabung LPG kosong banyak warga yang bolak-balik ke toko tapi stok kosong, ujar Rahayu pemilik toko di Kauman Batang.
Mengantisipasi kelangkaan gas LPG bersubsidi 3 Kg yang beberapa hari sulit diperoleh, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagkop dan UMKM)  Kabupaten Batang menggelar operasi pasar bekerja sama dengan Pertamina Semarang yang dibantu oleh Bhabinkamtibmas Polsek Batang Polres Batang , di pendopo Kantor Camat Batang, Jumat (21/4).

Menurut Kepala Bidang perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah  Dewi Wurianti mengatakan kelangkaan Gas LPG Bersubsidi 3 Kg dikarenakan ada hari libur panjang sejak Jum’at lalu sehingga tidak ada pasokan, karena pertamina memasok berdasarkan hari kerja.
“Banyaknya permintaan yang melibihi kouta. Di Kabupaten Batang, pasokan gas LPG 3 kg rata-rata 400 ribu tabung/bulan,” jelasnya.
Pihaknya masih menyelidiki kemungkinan gas LPG 3 kg yang diaplikasikan tak layak dengan keperuntukannya, seperti untuk rumah makan dan indutri
“Kami bersama Pertamina masih melaksanakan penelusuran unsur penyebab yang membikin gas LPG 3 kg  bersubsidi ini dapat langka di pasaran,” pungkas Dewi Wuryanti.
Slamet Abidin warga Desa Candiareng Kecamatan Warungasem yang ikut antri pembelian mengatakan, Ia merasa terbantu dengan adanya operasi pasar ini meskipun antri dan hanya dapat satu tabung gas LPG 3 Kg.
"Saya berharap tabung gas 3 kg ini tersedia di warung - warung lagi dengan harga yang wajar, karena langka harga bisa mencapai Rp. 20 ribu bahkan lebih," ujar Abidin.
Dalam operasi pasar ini  menyasar di empat titik. Yakni di Kecamatan Batang, Bandar, Tersono dan Blado. Setiap Kecamatan kami drop 560 tabung gas LPG isi 3 kg, dengan harga Rp.15.500,-/tabung.
“Dipilihnya empat tempat tersebut sesuai hasil evaluasai dan mapping (pemetaan) oleh Pertamina,” tuturnya.

Post a Comment Blogger

 
Top