0 Comment
pekalongan-news.com
Salah satu perwakilan kelompok rukun nelayan secara simbolis menerima bantuan bersa paceklik dari Pemerintah Kota Pekalongan  yang diserahkan ke HNSI melalui  DPPK Kota Pekalongan 
Kota Pekalongan
Sebanyak 2.125 Kepala Keluarga (KK) nelayan di tiga Kelurahan, Kecamatan Pekalongan Utara menerima bantuan beras paceklik yang diberikan Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK).

Penyerahan bantuan rawan pangan atau beras paceklik diserahkan oleh Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid kepada 14 perwakilan rukun nelayan di Kantor Himpunan Nelayan seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid mengatakan, pemberian bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah mengurangi kerawanan pangan yang dialami nelayan karena belakangan ini tidak bisa melaut atau mengalami paceklik.
"Para nelayan ini tidak selalu melaut karena pada saat tertentu tidak bisa melakukan aktifitasnya  disebabkan oleh cuaca yang tidak mendukung," ujarnya.
Ketua HNSI Kota Pekalongan, Imam Harun menyebut musim paceklik bagi nelayan Kota Pekalongan terjadi sejak bulan Januari hingga Maret 2017 dan bantuan beras paceklik bagi nelayan cukup membantu mengurangi beban kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah usulan kami mengajukan permohonan bantuan rawan pangan bisa disetujui," ucapnya.
Sementara itu di kesempatan yang sama Kepala DPPK Kota Pekalongan Agus Jati Waluyo menjelaskan, total bantuan beras yang diberikan pemerintah kepada 14 kelompok rukun nelayan menacapai 21,25 ton.

Masing-masing KK, kata Agus Jati, akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilo dengan jumlah penerima mencapai 2.125 nelayan dengan rincian untuk Kelurahan Panjang Wetan sebanyak 666 orang,  Kelurahan Panjang Baru 479 orang dan Kelurahan Krapyak 980 orang.
"Bantuan kerawanan pangan ini akan mengurangi dampak resiko sosial, pendidikan dan kesehatan serta sedikit membantu pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari," Jelas Agus Jati.
Salah satu nelayan, Ahmad Rais (63 th) warga Kelurahan Krapyak mengaku senang menerima bantuan beras paceklik, meskipun hanya 10 kilo namun cukup membantu kebutuhan keluarganaya.
"Sejak Januari tidak lagi melaut, jadi hanya didarat saja sehari-hari," tandasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top