0 Comment
Pekalongan News
Pertamina pasok 2800 tabung gas ukuran 3 kilogram selama Operasi Pasar
Kota Pekalongan
Menanggapi Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di pasaran, Bagian Perekonomian Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfia menyebut, masih banyaknya pelaku industri yang masih memakai gas eliji 3 kilogram.

Dari pantauan kami, kata Betty, tiap harinya pelaku industri bisa membeli 5 hingga 6 tabung gas berukuran 3 kilogram yang bersubsidi.
"Mereka yang masuk golongan industri masih menikmati subsidi, padahal gas elpiji tiga kilogram selain bersubsidi juga jumlhanya terbatas," ungkap Betty, Sabtu (22/4/17).
Gas elpiji 3 kilogram bersubsidi, kata Betty, hanya diperuntukan bagi warga miskin dengan harga yang jauh lebih murah namun pada kenyataanya banyak pelaku industri justru memamfaatkan harga murah untuk kebutuhanya.

Saat ini, sambung Betty, pemerintah pusat masih melakukan pantauan dan masih mencari mekanisme penyaluran gas bersubsidi yang penggunaanya tepat sasaran.
"Agar penyebaranya merata dan warga miskin bisa menikamti subsidi," ujar Betty.
Sementara untuk memasok kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kota Pekalongan, tutur Betty, Pertamina telah mengalokasikan tabung gas ukuran 3 kilo sebanyak 2800 tabung.

Pertamina juga menjamin, ketersediaan gas ukuran 3 kilogram untuk mendukung operasi pasar di lima lokasi yang digelar oleh pemerintah Kota Pekalongan selama dua hari.
"Hanya saja syaratnya warga harus membawa foto KTP dan tabung gas kosong sebagai alat tukar pembelian gas elpiji 3 kilongram yang dihargai Rp 15 ribu," pungkas Betty.

Post a Comment Blogger

 
Top