0 Comment
Setelah lebih dari sepekan gas elpiji 3 kilogram menghilang di pasaran akhirnya Sabtu (22/4/17) Pemerintah Kota Pekalongan menggelar Operasi Pasar di lima lokasi. Empat diantara lima lokasi berada di masing-masing Kantor Kecamatan dan satu lokasi lainya berada di Kantor Kelurahan Podosugih, Kota Pekalongan.

Salah seorang pengantre gas melon atau gas 3 kilogram, Mita Febriani, warga Kramatsari mengatakan, semenjak gas sulit dijumpai di eceran maupun di depo, selama itu pula dirinya terpaksa memasak menggunakan kayu bakar.
"Sudah lebih dari satu minggu ini saya memasak menggunakan kayu bakar karena tidak mendapatkan gas elpiji 3 kilo," aku Mita saat antre.
Hal yang sama juga disampaikan, Warmuah, warga Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur yang mengaku tidak lagi bisa memasak.

Warmuah juga mengaku, selama dua pekan lebih sudah tidak lagi mendapatkan pasokan gas dari depo langgananya. Ia lebih memilih tidak memasak dengan resiko pengeluaran membengkak.
"Terpaksa saya beli lauk-pauk atau masakan matang di warung dan uang untuk kebutuhan sehari-hari akhirnya tidak cukup," keluhnya.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfia menyebut, Operasi Pasar yang digelar di lima lokasi mulai hari ini merupakan upaya pemerintah mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

Betty menyampaikan, pihaknya akan menggelar lagi Operasi Pasar serupa pada Rabu 26 April 2017 di lima lokasi dengan tempat yang masih sama. 
"Kita sudah laksanakan Operasi Pasar hari ini dan yang kedua nanti menyusul Rabu depan," ungkap Betty.
Betty menjelaskan, Operasi Pasar yang digelar dihari pertama telah disediakan 560 tabung gas elpiji berukuran tiga kilogram dengan harga jual Rp 15 ribu dan berlaku di masing-masing lokasi.

Untuk menjamin distribusi gas elpiji lebih merata, lanjutnya, maka pihaknya telah memberlakukan sejumlah persyaratan kepada masyarakat yang hendak melakukan pembelian.
"Kami sudah terapkan aturan, warga yang hendak membeli wajib menyerahkan fotokopi KTP dan membawa tabung gas kosong untuk ditukarkan," terang Betty.

Post a Comment Blogger

 
Top