0 Comment
pekalongan-news.com
ilustrasi ASN Kota Pekalongan Foto Dok : Humas Kota Pekalongan
Kota Pekalongan
Kepala PT Taspen Pekalongan, Imam Haryanto menyebut, setidaknya ada 13 kantor bayar beroprasi di Kota Pekalongan yang berhak menyalurkan uang pensiun, termasuk diantaranya bank dan Kantor Pos.

Sebagai leding sector, kata Imam, PT Taspen akan melakukan tindakan tegas termasuk memberikan sanksi berat bagi mitra penyalur atau kantor bayar yang tidak memberikan pelayanan terbaik bagi para pensiunan.
"Kalau memang terbukti, Kita akan beri teguran sampai menghentikan penambahan pensiunan. Yang terberat pencabutan ijin sebagai penyalur," tegasnya, Senin (27/2/17).
Imam mengungkapkan, sampai bulan Maret 2017, PT Taspen Pekalongan telah melayani sebanyak 321 ribu lebih nasabah pensiunan. Jumlah sebesar itu tersebar di eks Karesidenan Pekalongan.

Adapun jumlah nasabah yang dilayani Kantor Pos sebanyak 63.999 pensiunan dan perbankan sebanyak 48.125 dengan nilai yang dibayarkan untuk PT Taspen sebesar Rp 111 miliar, Bank Jateng  Rp 25 miliar dan Bank BRI sebesar Rp 21 miliar.
"Maka kalau tidak dilayani dengan baik mereka akan kami jewer," kata Imam.
Saat ini untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah pensiunan, lanjut Imam, PT Taspen telah menerapkan layanan klik otomatis yang berarti semua target atau para nasabah pensiunan harus dilayani 100 persen sebelum tanggal satu.

Jadi, kata Imam, nasabah PT Taspen tak perlu lagi terlibat antrian tiap tanggal satu untuk pencairan, Sebab layanan tersebut akan secara otomatis akan terkirim ke rekening penerima.
"Makanya sekarang Kantor Taspen tiap tanggal satu lebih sepi dari biasanya, apalagi di hari biasa jadi tambah sepi," kekehnya.





Post a Comment Blogger

 
Top