0 Comment
pekalongan-news.com
Dua tersangka pelaku bobol ATM, Sobri dan Henri dibantu petugas turun dari mobil setelah sebelumnya diamuk massa
Kota Pekalongan
Setelah dilakukan gelar perkara kasus kejahatan pembobolan ATM dengan modus mengganjal lubang ATM dan memasang stiker Call Centre palsu di Mapolsek, Polsek Buaran bersama Polres Pekalongan Kota masih akan terus mengembangkan kasus tersebut.
"Tidak menutup kemungkinan masih akan ada laporan dari masyarakat yang juga menjadi korban kejahatan yang sama di Kota Pekalongan," kata Kapolsek Buaran AKP Harsono, Senin (20/3/17).
Harsono menyebutkan kejadian perkara kejahatan bobol ATM dengan pelaku kelompok Palembang dan korbanya Aftanul Afif (28 th) warga Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan masuk wilayah hukum Polres Pekalongan.

Untuk itu setelah berita acara penyerahan atau pelimpahan kasus tersebut, maka kewenangan selanjutnya akan menjadi perhatian Polres Pekalongan.
"Kita sudah serahkan tadi berkas pelimpahanya. Namun sesuai dengan petunjuk pimpinan, kami akan tetap terus melakukan pengembangan. Sebab pelaku lainya belum tertangkap," ungkap Harsono.
Kelompok Palembang ini, kata Harsono, memang spesialis bobol ATM dan banyak beroprasi di daerah Pantura, maka ini masuk kejahatan lintas kota.

Kita juga sudah dapatkan adanya laporan kejahatan serupa yang terjadi di Medono. Itu sedang kita kembangkan apakah memiliki keterkaitan dengan jaringan Palembang ini.
"Namun yang di Medono belum sampai diambil uangnya karena memang kartu ATM macet tidak bisa dikeluarkan," terang Harsono.

Post a Comment Blogger

 
Top