0 Comment
pekalongan-news.com
Bupati bersama sejumlah pejabat memukul pancang bambu sebagai tanda dimulainya pembangunan tembok raksasa atau tanggul melintang untuk membendung rob di wilayah utara Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Pekalongan
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melakukan Ground Breaking untuk memulai pembangunan tembok raksasa atau tanggul melintang di Desa Mulyorejo Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Tembok sepanjang 800 meter dengan lebar 9 meter dibangun untuk membendung rob yang diakibatkan oleh limpasan air laut dari pantai utara.
"Seperti kita ketahui dari data, rob di Kabupaten Pekalongan telah menenggelamkan 2.395 rumah dan mengakibatkan lebih dari 12 ribu KK terdampak bencana rob," ungkap Bupati Pekalongan.
Asip menjelaskan, penanganan rob di Kabupaten Pekalongan terbagi dalam tiga zona. Zona pertama di Kecamatan Wonokerto dengan garis pantai sepanjang 5 km akan ditangani pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR, zona kedua berada di Desa Mulyorejo bersama dengan Desa Tegaldowo dan Desa Karangjompo, yang terakhir atau zona ketiga berada di Desa Jeruksari berbatasan dengan wilayah Kota Pekalongan meliputi Kelurahan Bandengan, Kelurahan Pabean dan Kelurahan Pasirsari. Zona ketiga akan ditangani Propinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Asip menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 25 miliar yang diambilkan dari APBD 2017 untuk menangani bencana rob di Desa Mulyorejo.
"Dan tembok raksasa atau yang telah saya beri nama tanggul 'gotong-royong' ini nantinya akan mampu mengurangi dampak rob yang terjadi di tiga desa," ujar Asip.
Asip menyebutkan, kerugian yang ditimbulkan oleh bencana rob mencapai angka sebesar Rp 1,9 triliun yang terdiri dari kerugian di sektor pendidikan, perumahan, transoprtasi dan psikologi.

Selain itu keberadaan tembok raksasa atau tanggul gotong-royong akan didukung oleh pompa pengendali yang akan mengeringkan air di pemukiman sehingga nantinya diharapkan kondisi tiga desa yang berada di zona dua akan jadi lebih baik.
"Sistem drainase akan kembali kita hidupkan dan khusus untuk wilayah terdampak rob kondisi tanggap darurat bencana akan kita perpanjang," ucap Asip.

Post a Comment Blogger

 
Top