0 Comment
Kesal dengan banyaknya lobang disepajang jalan raya Pringlangu, Kelurahan Pringlangu, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan yang tidak diperbaiki, beberapa warga setempat nekat menanam pohon pisang di tengah jalan.

Penanaman pohon pisang di tengah jalan, bukan tanpa alasan. Namun warga merasa gemas melihat berkali-kali pengendara motor jatuh terperosok ke dalam lobang yang tertutup genangan air.
"Semalam saja dua orang pengendara motor jatuh setelah roda depanya terperosok kedalam lubang yang cukup dalam," ungkap Haris (32 th) warga Pringlangu, Kamis (2/2/17).
Beruntung keduanya selamat dan hanya menderita luka lecet di lengan dan kaki. Namun motor yang dikendarai ada yang pecah lampu depan dan pecah bodi.

Haris mengaku, menanam pohon pisang di tengah jalan tepatnya di depan gang 7, bukan hanya untuk melampiaskan kekesalan saja, akan tetapi warga bermaksud memberikan tanda agar pengendara motor atau yang lainya tahu dan berhati-hati bila melewati jalan tersebut.
"Apalagi pada malam hari suasananya cukup gelap. Kalau tak hati-hati, pengendara bisa jatuh saat melibas lobang yang tertutup genangan air," terang Haris.
Hal yang sama juga disampaikan warga lainya yang mengatakan sehari sebelumnya seorang pengendara motor wanita jatuh pingsan setelah terlempar dari motornya.
"Meski selamat, warga yang menyaksikan terpaksa melarikan korban ke Rumah Sakit," imbuhnya.
Jalan berlobang menurut warga sudah mulai muncul sejak dua minggu yang lalu. Warga bukanya berdiam diri, namun sudah berulangkali menguruk lobang-lobang tersebut dengan urukan material. Namun karena tergerus air hujan akhirnya lobang muncul kembali, bahkan beberapa diantaranya semakin dalam.
Warga sendiri bertekad akan menanam lebih banyak pohon pisang di tengah jalan bila pemerintah tidak segera memperbaiki jalan yang rusak.
"Kami cuman kasihan kepada pengendara yang lewat, gara-gara lubang jalan tak diperbaiki, banyak nyawa pengguna jalan terancam," ujar warga.

Salah satu pengguna jalan, Faza (33 th) yang kebetulan menyaksikan aksi warga mengatakan, dirinya sangat mendukung aksi yang dilakukan warga. Sebab menurutnya, kalau tidak yang mengalah melakukanya maka akan semakin banyak jatuh korban.
"Jadi saya setuju sekali, malah kita jadi terbantu dengan adanya tanda berupa pohon pisang yang ditanam warga. Soalnya saya sering lewat namun kadang lengah juga hingga pernah terperosok," Aku Faza.
Faza berharap agar pemerintah segera memperbaiki atau menutup lubang yang ada, sehingga pengguna jalan yang bukan warga setempat dan tidak tahu medan tak lagi menjadi korban berikutnya.

Post a Comment Blogger

 
Top