0 Comment
Great Wall atau tembok besar akan segera dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mengatasi persoalan bencana banjir rob yang terus melanda wilayah utara Pekalongan. Dihadapan Kades se-Kecamatan Tirto, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan rencananya.
Tembok besar tersebut menurut Asip, dirancang untuk membendung gempuran air rob yang ada di Desa Mulyorejo, Karangjompo dan Tegaldowo. Hal tersebut ditegaskannya, Kamis (16/2/17) yang lalu.

Selanjutnya keadaan tanggap darurat ditetapkan bagi wilayah Kecamatan Tirto, Siwalan dan Wonokerto. Asip sendiri mengakui, bahwa relokasi adalah yang paling tepat dan seharusnya mungkin dilakukan, namun kendala yang ada dimasyarakat seperti faktor sosial dan budaya menyebabkan kesulitan untuk dilaksanakan.

Belajar dari kesulitan tersebut, kata Asip, terbesit ide untuk mengegolkan rencana pembangunan tembok berukuran raksasa sepanjang 800 meter yang mencakup tiga Desa.
"Agar pembangunannya cepat terlaksana, maka anggarannya sedang disiapkan. Termasuk pembuatan tebing dari sungai Sengkarang hingga sungai Meduri," ucap Bupati.
Saat ini ia mengaku sedang dalam posisi bergerak cepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Bila perlu dirinya akan terbang ke Belanda untuk melakukan konsultasi.

Asip berkeyakinan, bila Great Wall berhasil dilaksanakan, maka tiga Desa seperti Mulyorejo, Karangjompo dan Tegal Dowo akan aman, sementara wilayah seperti Desa Jeruksari dan Wonokerto akan dilakukan kajian serta studi lebih kompherensif dalam penanganannya.
"Saya hanya minta dukungan dari seluruh masyarakat Tirto untuk menyelesaikan persoalan ini, ayo kita selesaikan bersama," pintanya.

Post a Comment Blogger

 
Top