0 Comment
Menanggapi berita-berita yang menyudutkan dirinya tersebar di media sosial, Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid dengan enteng menyebut, kalau hal tersebut paling hanya 10 sampai 15 persen saja yang mengetahui.
"Nyatanya saat masyarakat saya tanya perihal berita itu, di pasar dan di mana-mana masyarakat tidak tahu," ucapnya, Sabtu (18/2/17) malam, usai acara Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Alex-Sae di GOR Jetayu Kota Pekalongan.
Walikota menjelaskan, kalau dirinya tidak bisa membatasi aktivitas seseorang bermedia sosial, apalagi kalau itu menyangkut IT sehingga bebas beredar.
Namun demikian, kata Walikota, dirinya akan mengambil tindakan bila diketahui siapa orangnya. Sebab berita yang disampaikan  di media sosial sudah bersifat negatif semua.
"Berita itu seharusnya berimbang. Masak sih orang dari hidup sampai mati bersifat negatif semua, kan gak mungkin itu," ujarnya.
Walikota menuturkan, judul kita ini manusia tidak ada yang lebih tinggi derajatnya, semua sama dari mulai Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota. Semuanya butuh kerjasama untuk menjalankan roda pemerintahan.
Baca Juga :

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Alf Arslan Djunaid Dan Saelany Mahfudz

"Yang penting warga tidak begitu mengenal apa itu Facebook, belum tentu mereka semua mendapatkan berita-berita yang tepat," cetusnya.
Artinya, sambung Alex nama kecil Walikota, politik-politik tersebut masih jauh. Kita ini sedang enak-enaknya bernostalgia dengan masyarakat. 
"Jadi untuk politik-politik tahun 2019-2021 itu masih lama. Alangkah sia-sianya memberitakan apapun itu yang belum tentu berita itu benar," katanya.

Post a Comment Blogger

 
Top