0 Comment
pekalongan-news.com
Walikota Pekalongan, Alf Arsland Djunaid menyalami pejabat terlantik usai kegiatan
Kota Pekalongan
Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid menyindir ratusan pejabat yang duduk di barisan belakang tidak fokus pada saat kegiatan pengambilan sumpah. 
"Tadi saya lihat dan tes, yang di belakang kurang fokus. Mungkin karena jumlahnya banyak dan lama acaranya jadi kurang fokus," ucap Walikota saat dicegat usai pelantikan, Jum'at (31/12/12).
Walikota mengatakan, dirinya akan membenahi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar rapi barisanya termasuk rencana merampingkan jumlah ASN yang ia anggap masih gemuk.
"Ada 570 sekian, kita nanti akan efektifkan. Karena saya menganut prinsip efektif," ujar Walikota.
Sambil menunggu aturan dari pusat, kata Walikota, kita akan lihat sampai sejauh mana efektifitasnya. Sebab hal tersebut masih awal. 

Selain itu, semua ASN sudah ia komodir kecuali Kelurahan. Karena menurutnya, di Kelurahan masih ada persoalan yang tertinggal akibat dari penyesuaian SOTK yang baru saja diterapkan.
"Kelurahan yang lama ada empat Kasi, yang baru sekarang hanya ada tiga Kasi. Otomatis ada satu Kasi yang digabung," terangnya.
Namun demikian, personil yang tersisa tidak bisa secara otomatis bisa digabung. Jadi masih tersisa orang yang tidak tertampung.
"Kan kasihan juga kalau orangnya sudah menjabat Kasi terus dia dapat tunjangan namun tidak mendapatkan kursi jabatan. Apa mungkin turun jadi staf lagi," tuturnya.
Dengan adanya persoalan tersebut, kata Walikota, ia telah membuktikan bahwa dirinya tidak pernah menurunkan jabatan eselon atau siapapun.
"Tidak ada jabatan, pangkat dan golongan yang saya turunkan. Maka saya tegaskan lagi agar semua ASN bisa fokus melayani masyarakat," pungkasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top