0 Comment
pekalongan-news.com
Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid saat mengambil sumpah jabatan 563 eselon II, III dan IV di Gedung PIBB Jatayu, Kota Pekalongan, Jum'at lalu
Kota Pekalongan
Sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru. Kebutuhan pejabat pun akan mengikuti aturan reformasi birokrasi untuk mencari posisi pemerintahan yang bersih dan berkualitas serta efektif dan proposional.

Menyikapi hal tersebut, Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid mengaku telah menyiapkan lima orang yang duduk sebagai panitia pelaksana (Pansel) untuk memilih pejabat eselon II yang akan menempati posisi tertentu.
"Ojo tok ayem-ayem mereka. Kita akan lihat latar belakang pendidikanya, keahlianya dan kemampuannya termasuk kompetensi sebagai pejabat publik yang pantas dipilih," ucapnya, Jum'at (31/12/16) usai acara pelantikan.
Walikota menjelaskan, lima orang Pansel terpilih masing-masing mewakili pemerintahan, Sri Ruminingsih selaku Sekda, kemudian Rektor Unikal mewakili akademisi, kemudian Dekan atau Dosen Unisula Suhardi mewakili intelektualitas, selanjutnya ada Hasan Bisri dari tokoh masyarakat dan Amin dari Pattiro mewakili komunitas, LSM dan masyarakat.

Sedangkan untuk pejabat eselon II yang saat ini akan menempati pos baru, kata Walikota, jangan merasa lega dulu, sebab di bulan Januari masih akan ada lagi rotasi.

Terkait adanya 11 posisi jabatan yang masih lowong, lanjut Waliota, nantinya akan diisi oleh Plt dan setelah itu akan segera digelar lelang jabatan.

Dijelaskan dari 563 pejabat yang dilantik, terdapat 19 jabatan eselon II, 114 jabatan eselon III dan 430 jabatan eselon IV.
"Untuk memilih mereka ada bagian-bagian yang harus digabung dan dipisah dan ada bagian yang berdiri sendiri. Akan menjadi sulit menempatkan karena harus melihat kurikulum vitaenya dulu," paparnya.
Selain itu ada pertimbangan lainya seperti jenjang karir, seselon jabatan yang disandang dan yang terakhir memilih. Sementara kalau tidak ada yang sesuai maka akan kita plot padakegiatan berikutnya.
"Pelantikan sendiri belum menyentuh guru atau guru yang kita beri tugas tambahan seperti kepala sekolah. Nanti momenya juga akan kita gabung dalam kegiatan yang akan datang," terangnya.

Post a Comment Blogger

 
Top