0 Comment
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batang dari sektor pariwisata sudah melampaui target yang sudah ditetapkan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Batang, Bambang Supriyanto mengatakan hal tersebut kemarin.

Bambang menyebut, sampai bulan Desember akhir tahun 2016, realisasi PAD Batang dari pariwisata sudah mencapai Rp 1,7 miliar. Angka tersebut jelas melebihi target yang sudah ditetpakan sebesar Rp 1,4 miliar.
"Padahal target awal PAD semula Rp 1,05 miliar, setelah dilakukan perubahan naik menjadi Rp 1,4 miliar. Keduanya berhasil kita lampui," ungkap Bambang didampingi Sekretaris Disparbud, Suprayitno.
Sebelumnya, kata Bambang, yang menjadi tumpuan untuk mendulang PAD masih mengandalkan objek wisata yang lebih dulu populer di masyarakat seperti Pantai Sigandu, Pantai Ujungnegoro, Taman Hiburan Rakyat (THR) Kramat Batang, Kolam Renag Alam Bandar dan Agrowisata Pagilaran.
"Itulah sebabnya mengapa penambahan dan pembangunan fasilitas yang baru terus dilakukan di objek wisata tersebut," terang Bambang.
Namun kemudian yang terjadi rupanya tren sudag berubah, potensi wisata alternatif lainya dalam setahun ini malah menjadi serbuan masyarakat menjadi destinasi wisata baru.

Bambang menjelaskan, rumah pohon di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Taman Bunga Krisan Wonobodro Kecamatan Blado, Hutan pinus Kembanglangit di Blado, Jembatan Buntu Kecamatan Subah, Pantai Jodo di Gringsing dan lainya, sekarang sedang digandrungi pengunjung, terutama anak muda.
"Ini menjadi daya tarik baru, pengunjungnya membludak dari luar Kabupaten Batang dan Batang sendiri," jelas Bambang.
Hingga bulan Desember 2016 berakhir, beberapa potensi wisata baru tersebut masih dikelola masyarakat sendiri, Karang Taruna dan Pemerintah Desa.
"Untuk itu di tahun 2017 ini, Disparbud sedang mengkaji sejumlah potensi pariwisata tersebut agar nantinya bisa dikelola Disparbud sehingga bisa memberikan kontribusi lebih untuk PAD Batang nantinya," Tuntas Bambang.

Post a Comment Blogger

 
Top