1 Comment
Pekalongan News
Gambar ilustrasi Dok Google
Belakangan ini kasus kanker di dunia terus meningkat. Menurut data GLOBOCAN (IARC) pada tahun 2012, tercatat sekitar 8,2 juta kematian di dunia diakibatkan oleh kanker.  Kanker dapat disebabkan oleh faktor  genetik dan faktor luar yang dapat membangkitkan potensi kanker didalam tubuh, seperti pola hidup yang tidak sehat dan akumulasi zat karsinogenik di dalam tubuh. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia yang mana penderitanya meningkat 20 % setiap tahunnya.

Penyakit kanker merupakan penyakit kronis yang perlu dikenali sejak dini. Penyakit ini disebabkan oleh akumulasi dari pola hidup seseorang setiap harinya. Menurut Badan Litbangkes Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 menyebutkan bahwa sekitar 40% dari kematian akibat kanker disebabkan oleh makanan dan gaya hidup yang tidak sehat. Faktor penyebab kematian tersebut dapat dicegah dengan memperhatikan pola makan, rajin berolahraga, menghindari depresi serta menghindari rokok maupun alkohol.

Dewasa ini, masyarakat di negara berkembang pun telah menyadari pentingnya mengonsumsi makanan sehat. mereka meyakini bahwa makanan berlemak memiliki resiko tinggi terhadap bahaya kanker, salah satu contoh makanan yang ditakuti namun disukai di Indonesia adalah gorengan yang menggunakan minyak goreng sebagai penghantar panas, menambah rasa gurih, meningkatkan nilai gizi dan kalori dalam bahan pangan. 

Pada dasarnya makanan yang digoreng (deep fat frying) aman bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Tetapi perlu di perhatikan bahwa minyak goreng yang digunakan harus memenuhi persyaratan standar mutu SNI 01-3741-2002  yaitu memiliki aroma normal (tidak tengik), kadar asam lemak bebas 0,3%, dan cemaran logam yang rendah. Pemakaian minyak goreng sebaiknya disesuaikan dengan keperluan (tidak terlalu banyak), suhu yang digunakan tidak terlalu panas (180oC-220oC), menggunakan minyak 1-2 kali pakai untuk menggoreng bahan yang sama. Maka perlu berhati-hati jika membeli gorengan dipinggir jalan.

Penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang tidak disarankan karena minyak goreng akan mengalami penurunan mutu dan nilai gizi selama proses pengolahan pangan, seperti warna minyak akan berubah menjadi coklat, bau menjadi tengik sehingga gorengan yang dihasilkan pun menjadi berwarna lebih coklat,kurang renyah, bau dan rasa makanan kurang enak, dan  tentunya membahayakan jika dikonsumsi. Selain itu, kadar asam lemak bebas dan lemak jenuh akan meningkat sehingga berpotensi menyebabkan kanker, kontak antara bahan pangan, minyak goreng, dan oksigen dapat membentuk senyawa akrilamida dan radikal bebas yang bersifat karsinogenik. Akan tetapi belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan  yang digoreng dapat menyebabkan kanker. 

Oleh karena itu mengonsumsi makanan sebaiknya beraneka ragam dan membiasakan pola hidup sehat, sehingga dapat mengurangi bahaya kanker karena pada dasarnya semua makanan yang dikonsumsi  berlebihan itu tidaklah baik dan makanan bukan satu-satunya penyebab kanker.

Oleh : Sheina Aulia Rahmanti
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan
Institut Pertanian Bogor



Post a Comment Blogger

  1. dulu sebelum industri berkembang, kenapa tidak ada penyakit kangker ya.. salam putu kiyora..

    ReplyDelete

 
Top