0 Comment
Tiga orang penumpang avanza putih yang ringsek dihantam truk boks di jalur Pantura-Kota Pekalongan merupakan satu keluarga, warga Desa Rembul RT 02 RW 03 Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan yang masing-masing bernama Taripah (44 th) istri dari Guraish Assegaf (71 th) dan anak laki-laki korban berusia 13 tahun.
Taripah menurut keterangan Dokter Bedah yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kalisari Batang, Eny Ari Wahyuni, akhirnya meninggal dunia setelah sebelumya kritis akibat beberapa luka yang diderita.
"Diduga korban meninggal dunia akibat trauma berat di kepala akibat benturan keras," ungkap Eny Ari Wahyuni, Minggu (25/12/16) sore.
Selain itu, kata Eny, korban juga menderita beberapa luka seperti, luka sobek terbuka di pipi sebelah kiri, sobek di dahi, luka di bibir, memar dan lecet di beberapa bagian tubuh dan terdapat pendarahan di kepala.
"Kondisi korban drop saat ditangani. Dan semakin memburuk meski sudah mendapat penanganan," terang Eny.
Sementara itu suami korban yang tidak mendapatkan luka yang berarti mengaku shock saat mengetahui istrinya lebih dulu berpulang.
"Kenapa harus dia yang harus pergi, saya yang sudah 71 tahun malah lebih dulu ditinggal," ratapnya.
Terpisah, anak laki-laki korban yang baru berusia 13 tahun selamat meski harus mengalami patah lengan dan masih mendapat perawatan intensif di RS Bedah Aro, Kota Pekalongan.
Baca juga : Avanza Ringsek Dihajar Truk Boks, Satu Penumpang Meninggal Dunia Di IGD
Dari informasi tambahan yang berhasil dihimpun, keluarga kecil ini sedang dalam perjalanan bepergian mengendarai mobil avanza putih melintas di jalur pantura Batang-Kota Pekalongan.
"Sampai di lokasi kejadian, mobil yang disopiri sendiri oleh Guraish Asegaf bermaksud hendak menyalip bus nopol AD 1501 BD namun keburu diseruduk oleh truk boks yang melaju kencang dari belakang," kata sumber dari kepolisian.
Akibatnya, kata sumber, avansa terpental hingga menghantam bodi belakang bus. Kerasnya benturan membuat bodi avansa ringsek. 

Post a Comment Blogger

 
Top