googlesyndication.com

0 Comment
Pekalongan News
Puluhan massa yang berusaha menyerbu Mapolres Pekalongan Kota berhasil dihalau tim Dalmas 
Kota Pekalongan
Puluhan massa yang tidak diketahui asal-usulnya tanpa diduga melakukan penyerangan secara brutal yang diarahkan ke Mapolres Pekalongan Kota, Kamis petang (24/11/16). Beruntung Satuan Sabhara dari unit Dalmas yang memang sebelumnya selalu siaga langsung meredam aksi massa yang diluar kendali tersebut.
Kontak fisik pun pecah, batu, kayu, potongan besi dan bahkan kloset yang dibawa massa sempat diarahkan ke formasi pertahanan Dalmas yang dilengkapi dengan peralatan lengkap.
Dari pantauan di lokasi, massa yang beringas awalnya mampu mendesak puluhan personil Dalmas yang dibantu satu unit mobil water canon. Berkat koordinasi yang baik massa akhirnya bisa dipukul mundur, beberapa diantaranya kocar-kacir melarikan diri.

Tidak ada korban luka di pihak Dalmas, namun serangan brutal dari massa mengakibatkan seorang penjual buah yang biasa mangkal di depan Mapolres terluka dan berhasil dieakuasi dari lokasi aksi massa.
Beberapa massa yang tak sempat meloloskan diri dari kejaran Dalmas berhasil diamankan. Dan tak lama keadaan bisa diatasi, ketegangan yang tercipta sebelumnya pun berganti dengan keceriaan para anggota Sabhara, Dalmas dan kesatuan lainya. Sebab pengambilan gambar adegan di lokasi sudah selesai.

Kasat Sabhara Polres Pekalongan Kota AKP Ariakta Gagah Nugraha usai kegiatan menyampaikan, bahwa yang baru saja dilakukan adalah latihan atau simulasi penanggulangan massa. 

Seperti kita ketahui, kata Ariakta, isu nasional telah kita cermati kalau nanti pada tanggal 2 Desembar mendatang akan ada demo bela Islam jilid III, kita pihak Polri terutama Polres Pekalongan Kota tidak ingin kecolongan.
"Meski aksi demo rencananya berlangsung di Jakarta, namun bukan berarti di Kota Pekalongan nantinya tidak ada aksi yang sama. Kita siap antisipasi hal tersebut. Salah satunya dengan menggelar latihan kesiapan penanggulangan massa apabila ada hal yang tidak kita inginkan," papar Ariakta.
Ariakta juga mengatakan, pihaknya menerapkan Standart Operation Prosedure (SOP) untuk mengatasi demo yang menjurus ke anarkis.
"Sesuai perintah pimpinan langsung kita akan berlakukan sistem pengamanan dan penyekatan," ujar Ariakta.

Post a Comment

 
Top