0 Comment
Pekalongan News
Ketua dan pengurus KNPI di 12 Kecamatan dikukuhkan dalam acara pelantikan yang digelar di Aula Kantor Bupati Batang, Minggu (27/11/16)
Kabupaten Batang
Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Komite Nasional Indonesia Muda (KNIP) Kabupaten Batang dalam Pilkada serentak tahun 2017 memilih bersikap netral. Ketua DPD KNIP Batang, Suwanto menyampaikan hal tersebut dalam acara pelantikan Ketua dan pengurus KNIP tingkat Kecamatan se Kabupaten Batang yang digelar di Aula Kantor Bupati Batang, Minggu (27/11/16).
Suwanto menegaskan, pandangan dan sikap organisasi kepemudaan yang dipimpinya sudah jelas, tidak akan mendukung salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati manapun.
Kendati demikian, DPD KNPI Kabupaten tidak akan melarang para kadernya untuk mendukung salah satu pasangan calon yang dikehendaki sepanjang tidak membawa nama organisasi.
"Silahkan mendukung pasangan calon, namun harus atas nama pribadi," tegas Suwanto.
DPD KNPI Kabupaten Batang, kata Suwanto, juga tidak akan mempersoalkan pandangan politik anggotanya dan juga tidak akan membatasi apalagi melarang.
"Kalau itu sifatnya personal, kami beri kebebasan untuk menentukan aspirasi politiknya masing-masing," terangnya.
Selain melantik Ketua dan pengurus KNPI di 12 Kecamatan sekaligus, DPD KNPI Kabupaten Batang juga menggelar diskusi pilkada serentak 2017 bersama KPU Kabupaten Batang.

Pengurus DPD KNPI Propinsi Jawa Tengah, Imadudin yang hadir menyaksikan pengukuhan KNPI tingkat Kecamatan se Kabupaten Batang turut mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pengurus DPD KNPI setempat.

Imadudin mengatakan, baru kali ini pengurusan KNPI tingkat Kecamatan bisa terbentuk dan dilantik. Apalagi 12 Kecamatan sekaligus.
"Sebagai rumah besar organisasi kepemudaan tentunya ini akan memunculkan kompetisi gagasan untuk tujuan yang lebih besar," ucapnya.
Sementara itu Sekda Kabupaten Batang, Nasikhin yang hadir mewakili Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo berpesan agar tiga Kecamatan dari 12 Kecamatan yang sudah tebentuk kepengurusan untuk segera mungkin membentuk kepengurusan yang sama.
"Kalau sudah terbentuk, segeralah melaksanakan program yang sudah disusun. Sebab kita membutuhkan potensi basis data pemuda, sehingga bila nanti diperlukan sudah siap," pungkas Nasikhin.  

Post a Comment Blogger

 
Top