1 Comment
Ribuan Orang Padati Job Fair 2015
Ribuan pengunjung Job Fair 2015 memadati lobi dan aula Hotel Sahid Mandarin Kota Pekalongan, mereka mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi ditempat, Selasa (29/9/15)
Kota Pekalongan
Ribuan orang pencari kerja memadati Job Fair 2015 di Lobi dan Aula Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan pada Selasa Pagi (29/9/15). Meski acara pembukaan Job Fair sempat molor tapi tak menyurutkan semangat para pencari kerja untuk mendapatkan posisi yang diinginkan.

Tak kurang dari 54 perusahaan tampil membuka lowongan dan menempatkan perwakilanya dalam acara tersebut. Menariknya mereka membuka kesempatan berkarir dengan langsung mengadakan wawancara ditempat.
Salah seorang peserta, Ning Putri Tri Hermingtyas (22 th) warga Bina griya mengaku baru pertama kali mengikuti Job Fair.
"Saya tahun ini baru lulus kuliah, jadi baru pertama saya mengikuti Job Fair 2015 ini," ungkapnya.
Menurut putri, selain pengalaman pertama mengikuti Job Fair dirinya memang sengaja mecari kesempatan kerja yang diinginkan.
"Saya lulusan S1. Posisi yang saya incar adalah akuntan di Perbankan," ujar lulusan PTS Swasta terkenal di Kota Pekalongan ini.
Berbeda dengan Yasir Diaz warga Pekajangan, Kabupaten Pekalongan yang mengaku sudah beberapa kali mengikuti Job Fair. Pemuda lulusan Perikanan Universitas Diponegoro ini lebih menyoroti sistem penyelenggaraan yang menurutnya kurang tertata atau terorganisir dengan baik.
"Selain itu tidak ada sosialisasi jauh sebelumnya, buktinya papan atau MMT baru terpasang ketika pengunjung sudah datang. 
Kita tidak tahu formasi atau informasi secara detail tentang kebutuhan perusahaan sejak awal," ujarnya mencoba mengkritisi.

Harusnya, semua informasi baik posisi maupun formasi beserta kelengkapanya sudah kami dapatkan sejak awal. Hingga di hari H bisa langsung terjadi interaksi antara peminat dengan perusahaan.
"Tidak seperti ini. Kesanya kita yang lebih on time daripada mereka (perusahaan). Informasi itu bisa kita dapatkan di internet misalanya atau di media. Bukanya di Lokasi," cetusnya.
Ketika ditanya terkait posisi yang menjadi incaranya, pemuda lulusan undip 2013 ini menjawab singkat, "PDAM mungkin yang pas" tegasnya mantap.

Post a Comment Blogger

  1. ini jadi salah satu indikator susah nya mencari pekerjaan di indonesai :/

    ReplyDelete

 
Top