0 Comment
20 Tahun Vakum, Pejagalan Fair Bangkit Lagi Usung Semangat Kebersamaan
Baliho raksasa terpasang disisi tanggul sungai Baro, Pejagalan, Kergon Kota Pekalongan , tempat  diselenggarkanya festival rakyat yang sempat 20 tahun menghilang, Pejagalan Fair 2015. Persiapan sudah selesai dilakukan pada Minggu (21/8/15)
Kota Pekalongan
Setelah vakum 20 tahun lalu tanpa ada kegiatan, kini Pejagalan Fair bangkit lagi dengan mengusung tagline 'Ayo Tangi' (ayo Bangun-red) hal tesebut diungkapkan oleh Hamzah Faisol selaku panitia festival rakyat Pejagalan Fair yang ditemui  saat mengecek persiapan di lokasi, jalan Sulawesi Kelurahan Bendan-Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Hamzah mengungkapkan, alasan membangkitkan lagi festival rakyat yang dulu sempat menjadi ikon Kelurahan Kergon karena warga sudah rindu adanya kegia tan yang bisa mempersatukan mereka.
"Istilahnya bernostalgia karena kenangan dimana masa itu masih melekat. Warga Kergon dikenal sebagai daerah yang terkenal dengan banyak kegiatan mulai dari adanya pasar jajan gratis dan banyak lomba yang diadakan disungai atau yang lebih dikenal dengan Pejagalan Fair,"ucapnya, Jum'at (21/8/15) siang tadi.
Terlebih ada desakan warga yang menginginkan Pejagalan Fair dijadikan agenda rutin tiap tahun sepertu dahulu.

"selain itu dengan adanya kebangkitan dari Pejagalan Fair masyarakat jadi semangat, bersatu, guyub dan kompak. Hal itu dibuktikan dengan ketika wacana itu digulirkan sambutanya luar biasa dari anak-anak, ibu-ibu, tokoh masyarakat terlebih para pemuda seratus persen mendukung. Terlihat ketika diadakan proses persiapan sampai kerja bakti dilokasi mereka semua turun dan dengan semangat melakukanya. Saya sampai terharu mas,"terang Hamzah yang juga ketua Rt 06 di Kelurahan setempat.

Dikatakan Hamzah, acara diawali pada sabtu malam minggu tangal 22 Agustus 2015 dengan adanya pasar jajan gratis dilanjutkan esok harinya minggu pukul 07.00 pagi digelar karnaval bertema Pahlawan dan Perjuangan sampai pukul 11.00. disusul persiapan lomba di darat dan sungai pukul 12.00 yang diisi dengan lomba untuk anak-anak seperti lomba kelereng, lomba lari dengan dingklik dan tiup balon sampai pukul 14.00. Pukul 14.00 hingga pukul 14.30 digelar lomba renang. Dilanjut lomba tangkap itik sampai pukul 15.00. Acara puncak ditutup dengan lomba meniti pucang pukul 15.00 hingga selesai pukul 17.30.
"Sedangkan untuk pembagian hadiah nanti digabung dengan acara hiburan musik pada tanggal 25 Agustus atau selasa malamnya,"ujar pria 32 tahun yang aktif di BKM, LPM, Kim dan Karang Taruna ini.
Dijelaskan Hamzah, Untuk lomba meniti pucang panitia menyediakan hadiah sebesar Rp 1 juta rupiah bagi peserta yang pertama berhasil mencabut bendera dan Rp 500 ribu yang berhasil mencabut bendera yang ke dua. Adapun lomba lainya panitia menyediakan hadiah bervariatif mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu.
"Total kami menghabiskan anggaran Rp 22 juta yang semuanya hasil swadaya masyarakat Rw 16, meskipun beberapa ada donatur tapi masih dilingkup wilayah sendiri bukan dari luar karena semangatnya memang mengusung kerja sama antar warga. Jadi kami sementara menolak para seponsor yang masuk. Mungkin tahun depan kami akan gandeng para sponsor agar lebih meriah dan ramai acaranya," jelasnya.
Sementara itu untuk pendaftaran peserta lomba sudah kami tutup karena peserta umum animonya sangat luar biasa jadi kami juga batasi. semisal untuk lomba meniti pucang kami batasi hanya 85 orang, lomba renang 16 orang, tangkap itik 20 orang dan lomba anak-anak hanya untuk kalangan sendiri. Sedangkan untuk pawai karnaval tadinya kami batasi minimal per Rt ada 5 orang wakil dari 6 Rt yang ada. Tanpa diduga peminatnya lagi lagi luar biasa tembus 300 orang.
"Untuk peserta umum kalau tidak kami batasi kondisinya bisa sama mas, membludak maka kami batasi, mengingat waktu yang hanya sehari. Mungkin untuk tahun depan akan lebih besar lagi karena persiapan kami hanya 4 bulan,"tukasnya.
Untuk diketahui Pejagalan Fair adalah festival rakyat setempat yang digelar tiap tahun untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI. Akan tetapi karena suatu hal, sejak tahun 1995 hingga sekarang belum pernah diadakan lagi.
"Kali terahir diadakan tahun 1995 atau tepat 20 tahun lalu. Dan dulu sejarahnya kami sendiri masih menggali karena kebanyakan pelaku dan saksi sejarahnya sudah tidak ada tapi yang kami tahu lewat penuturan orang tua, Pejagalan Fair pertama kali diselenggarakan pada awal tahun 80-an. Kini kami coba bangkitkan lagi dan Insya Allah dengan dukungan berbagai pihak, kami akan lestarikan melalui agenda rutin tiap tahun. semoga saja bisa jadi tradisi lagi seperti dahulu,"tuntasnya.




Post a Comment Blogger

 
Top