0 Comment
150 Lukisan Djoko Simbardjo Dipamerkan Di GOR Jatayu Kota Pekalongan
Jumpa Pers panitia pameran lukisan Prof.dr.Djoko Simbardjo di Waroeng Oemang. Sabtu (25/7/15)
Kota Pekalongan
150 lukisan karya Djoko Simbardjo akan dipamerkan di GOR Jatayu pada tanggal 6 sampai 9 Agustus mendatang. Selama tiga hari pameran tunggal hasil karya putra daerah asal Pekalongan tersebut mengusung tema "Apresiasi Kreativitas" merupakan pameran tunggal ke 13 dan juga merupakan pameran berkelas nasional pertama yang pernah diadakan di Kota Pekalongan.

Bekerja sama dengan Majalah Asri, Pameran lukisan Djoko Simbardjo tersebut bertujuan untuk membawa misi berbagi inspirasi kreatif terhadap daerah yang pernah menjadi masa lalu sang pelukis sekaligus menginspirasi kepada masyarakat untuk untuk tekun dan berkarya dalam bidang yang dijalaninya.

Seperti yang dikatakan oleh Panitia Pameran 150 Lukisan Djoko Simbardjo, Hendrawati Umar, Dokter bisa pensiun akan tetapi seniman tidak akan pernah pensiun, ia akan terus hidup dan berkarya.
"Karena selain sebagai seorang pelukis, Djoko simbardjo sejatinya adalah seorang dokter spesialis Orthopaedi di RSCM Jakarta sekaligus guru besar kedokteran FKUI dan beliau menjadi salah satu dokter di indonesia yang menjadi acuan dalam bidang bedah tulang (Orthopaedi) yang dalam kegelisahanya selalu melukis dengan getaran jiwa sehingga disela kesibukanya sebagai seorang dokter masih menyempatkan diri mereprentasikan hatinya malaui luki san,"urainya saat jumpa pers di Waroeng Oemang jalan H Agus Salim, Sabtu (25/7/15) Kota Pekalongan.
Selain melakukan pameran lukisan, Panitia acara juga menggandeng mitra lokal sebagai karya pendukung dari tema yang diusung "Apresiasi Kreativitas" seperti, 
- Pameran karya warga binaan Lapas kelas IIA Pekalongan
- Pameran foto batu akik karya Hartanto dan Pradi
- Pameran foto karya Sumantoro
Dan juga lomba Photo Contest bertajuk My Favorite Painting untuk umum berhadiah 1 juta rupiah.

Rencananya, pameran likisan akan dibuka oleh Walikota Pekalongan HM Basyir Ahmad pada tanggal 6 Agustus dan akan ditutup oleh Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwa nto yang juga merupakan putra derah asal pekalongan pada tanggal 9 Agustus 2015.

Acara juga didukung oleh Pemerintah kota Pekalongan,Dew an Kesenian kota pekalongan, Lapas kelas IIA Pekalongan, komunitas Pelukis Pekalongan, Komunitas Berbagi Pekalongan dan KOPEFI.

Post a Comment

 
Top