googlesyndication.com

0 Comment
Alasan Keamanan, Reka Ulang Kasus Penusukan Di Depan SPBu Gamer Dipindahkan
empat tersangka jalani reka ulang
Kota pekalongan
Reka ulang kejadian penusukan yang mengakibatkan korban jiwa di jalan Ki mangun Saskoro gamer, digelar didepan SPBU Polri Kraton Kota Pekalongan, Senin (20/4/15) berjalan lancar. Empat tersangka yang semuanya warga Kelurahan Panjang wetan Kecamatan Pekalongan Utara, kota  Pekalongan dihadirkan guna memperagakan 14 adegan. Keempat tersangka, Febri Ahsanidhom (20 th), Mohammad Zein (20 th), Amirul Muttaqin (22 th) dan Deddy (24) dengan lancar memperagakan urutan kejadian hingga proses tewasnya Wisam bayu (31 th). Dari hasil rekontruksi didapat fakta bahwa, sebelum beraksi keempat pelaku diketahui melakukan pesta miras

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kasatreskrim Bambang Purnomo menyatakan, rekontruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara, sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. Melalui rekontruksi itu diharapkan dapat diketahui secara jelas, setiap adegan yang dilakukan para tersangka.

”Para tersangka dijerat Pasal 170, tentang Penganiayaan secara bersama yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara,” kata Bambang.

Rekonstruksi dilakukan di luar tempat kejadian perkara (TKP), menurut Bambang, karena alasan faktor keamanan.

”Korban merupakan warga di sekitar TKP (tempat kejadian perkara). Karena itu, lokasi rekontruksi dialihkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya

Seperti diberitakan, Wisam Bayu (31), warga Kelurahan Degayu RT01 RW 04, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, tewas dikeroyok sejumlah pemuda di Jalan Ki Mangun Sarkoro, depan SPBU Gamer, Januari 2015 lalu. Peristiwa itu berawal saat korban Wisam Bayu (31) bersama temannya, M Subkhan, berboncengan Honda G-6562 -VC melintas di Jalan Ki Mangun Sarkoro dari arah barat. Tiba di depan SPBU Gamer Kota Pekalongan, ada gerombolan pemuda yang hendak menyeberang. Karena kaget, salah satu di antara gerombolan pemuda itu berteriak dengan kata-kata kasar kepada korban. Tak terima mendapat lontaran kasar, korban menghentikan motornya, kemudian Wisam dan Subkhan menghampiri gerombolan pemuda tersebut lalu terjadi adu mulut yang berlanjut dengan perkelahian hingga berujung maut, korban menderita luka tusuk yang menyebakan pendarahaan dan akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Post a Comment

 
Top