0 Comment
CKP Bagi Sembako Kepada Lansia
anggota CKP memberikan santunan
Kota Pekalongan
Sejumlah lansia yang tersebar di dua RT Kelurahan Klego, Kota Pekalongan kemarin sore mendapatkan bantuan sembako dari Komunitas Cinta Kota Pekalongan (CKP).

Paket sembako yang diserahkan kepada 15 warga miskin usia lanjut tersebut berisi kebutuhan sehari-hari seperti Beras, gula, teh dan mie instan merupakan bagian dari program CKP Peduli Lansia.

Ketua Komunitas CKP, Muhlshin atau yang dikenal dengan panggilan Lihsin kuching kepada pekalongan-news.com menjelaskan, di komunitasnya ada beberapa kegiatan yang dilakukan seperti CKP Religi, CKP Berbagi Nasi, CKP Peduli lingkungan dan CKP Peduli Lansia,


" kami setiap minggunya menggelar kegiatan yang bersifat sosial seperti setiap malam jum'at kliwon ada kegiatan CKP Berbagi Nasi, yang diberikan kepada para tukang becak yang tidur dijalanan,anak jalanan dan siapa saja yang kami temui di jalan sekiranya memerlukan makanan, kalau CKP peduli lingkungan lebih menekankan kepada melakaukan perwatan atau pembersihan masjid,mushola dan fasilitas publik yang mangkrak atau tak terurus dengan baik dan CKP religi kami lebih ke pembinaan keimanan para anggota agar senantiasa terjaga dari hal-hal yang negatif," paparnya.

Sementara itu, salah satu penerima santunan, Mi'atun (75 th), warga Rt 02/Rw 02 mengaku senang dan mengucapakan terima kasih, Mi'atun lansia yang menderita penyakit syaraf dan hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur selain syaraf juga mengalami gangguan pendengaran, 

Di beberapa tempat kondisi penerima bantuan mempunyai keadaan yang sama, sehingga menurut penuturan salah satu warga dengan adanya aksi kepedulian tersebut keberadaan para lansia tersebut betul-betul diketahui dan ada yang peduli.

Seperti diketahui komunitas CKP berasal dari berbagai kalangan, kebanyakan mereka perprofesi sebagai buruh harian lepas di industri batik, konveksi dan sebagainya, namun kuatnya komitmen untuk menjalin hubungan kebersamaan menjadikan mereka bersatu dan kuat, 

Dari informasi yang didapat anggota yang aktif lebih dari 150-an dan yang pasif diperkirakan jauh lebih besar mengingat media pemersatu mereka yang terjaring di media sosial mencapai jumlah ribuan.

" kami selalu melakukan patungan dalam melakukan aksi, bukan berapa jumlah uang yang kita kumpulkan akan tetapi lebih ke antusias anggota kami dalam mengumpulkan dana iuran yang walau kecil ternyata bisa besar juga." jelas lihsin.





Post a Comment Blogger

 
Top