0 Comment
Kota Pekalongan-
Pasca kenaikan harga BBM resmi di umumkan pemerintah Senin malam (17/11/14) berdasarkan pantauan pekalongan-news di lapangan di dapati belum semua angkotan kota yang ada di Kota Pekalongan menerapkan tarif baru, sebagian memilih mengkandangkan armadanya dan sebagian lagi memanfaatkan momen hari pertama pemberlakuan kenaikan harga BBM dengan mencoba berinisiatif menaikan tarif baru sendiri kendati belum ada kesepakatan bersama prosentase besaran kenaikanya, baik itu setoran ke pada juragan angkot maupun kesepakatan bersama antara pemilik trayek, Paguyuban Pekerja Angkotan Kota (PPAK), Organda maupun Dishub Kota Pekalongan.

Seperti di katakan ketua PPAK, Taufik Zein kepada pekalongan-news Selasa (18/11/14) bahwa pihaknya masih menunggu hasil pertemuan dengan pihak Dishub Kota Pekalongan terkait kesepakatan besaran kenaikan tarif baru resmi yang akan di berlakukan.
" kami masih menunggu mas, tapi memang pihak Dishub resmi mengundang kami, rencananya kamis lusa akan ada pertemuan membahas sosialisasi tarif baru.'' kata Taufik saat  pekalongan-news datang berkunjung di kediamanya.
Masih menurut Taufik, PPAK sebenarnya menolak kebijakan kenaikan harga BBM karena dirasa sangat besar dampaknya bagi kelangsungan jalanya armada angkutan kota milik anggotanya.
" anggota kami sebenarnya ada 43 armada itupun yang aktif hanya 30 an armada, tidak ada kenaikan
BBM saja kami sudah kepayahan karena memang keberadaan kami dalam kondisi hidup segan mati tak mau jadi ya bertahan saja mas.'' ungkap Taufik.
Seperti di ketahui dampak kenaikan harga BBM tidak saja memukul para sopir dalam mengoprasi kan armadanya, disamping meningkatnya angka pembelian bahan bakar juga meningkatnya jumblah
setoran kepada juragan belum lagi ada informasi yang pekalongan-news dapatkan bahwa biaya kepe ngurusan surat-surat kelengkapan turut meningkat.

'' hasil sharing dengan kawan-kawan yang hari ini mengoprasikan armadanya rata-rata mereka tidak begitu signifikan menaikan tarif karena dampaknya ada pada kami sendiri, tarif lama anak sekolah tadinya 2000 naik menjadi 2500, mahasiswa tadinya 3000 menjadi 4000 dan penumpang umum tadinya 4000 kini jadi 5000 dan saya pribadi memilih libur menunggu tarif resmi yang nanti akan  di berlakukan,'' terang Taufik.

Taufik menambahkan setoran kepada juragan bedasarkan pengalaman beberapa kenaikan BBM terdahulu ada di kisaran 30%, setoran lama sebesar 60.000 di prediksi akan naik jadi 30%, sementara
anggaran pembelian bahan bakar untuk sehari menjalankan armada yang lama Rp 100.000 kini bisa di hitung berapa kenaikanya dengan harga BBM yang baru.
" pendapatan kami terancam turun drastis sementara kebijakan pemerintah tak pernah menyentuh kami, kalau nelayan, petani, buruh, pedagang, pns dan lainya tersentuh kebijakan yang sedikit banyak mengurangi beban, sementara kami merasa di tinggalkan, tidak ada sedikitpun yang meringankan, kami berharap pengambil kebijakan negeri ini mau mendengar dan melihat keluh kesah serta kea daan kami di jalan, sentuh kami dengan kebijakan yang mampu mensejahterakan hidup kami.'' beber Taufik mengakhiri.




Post a Comment Blogger

 
Top