0 Comment
Acara dengar pendapat antara Komunitas Peduli Kali Loji dan Kantor Sub Dinas Badan Lingkungan Hidup akhirnya terlaksana pukul 18:00 WIB di Rumah Makan Panderasa. Acara yang semula direncanakan terselenggara di Kantor BLH pada siang hari sebelumnya ini mengungkapkan ketertarikan Pemerintah Kota Pekalongan akan prakarsa yang dimunculkan oleh beberapa anggota masyarakatnya.


Pejabat Pelaksana Tugas Kepala Badan Lingkungan Hidup Faisal, yang merupakan Staf Ahli Pemerintah Kota diwakili oleh Sekretarisnya, Supriyadi. Komunitas Peduli Kali Loji diwakili oleh Wakil Ketua, Titik Nuraini dan Sekretaris. Adji Gabos. Kedua pihak selama pertemuan terlibat pada suatu suasana obrolan yang hangat.


BLH menyambut akrab motif kepedulian komunitas ini. Permasalahan lingkungan merupakan bagian yang sedang dikonsentrasikan oleh Walikota Pekalongan dengan meningkatkan status KLH menjadi BLH, serta digalakkannya koordinasi aparat keamanan dan lini perlindungan masyarakat, dan koordinasi penyamaan persepsi antara penyelenggara pemerintahan dan seluruh elemen masyarakat beberapa waktu yang lalu.


Komunitas Peduli Kali Loji pun memanfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi memulai agenda gerakan moral yang akan diselenggarakan. Penuturan Wakil Ketua, Titik Nuraini mengemukakan presentasi mengenai kronologi pembentukan komunitas, sifat ketidak-bergantungan organisasi, kepastian tanggal penyelenggaraan deklarasi, hingga program jangka panjang pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah dan sampah. Sekretaris, Adji Gabos menyoroti rencana pelaksanaan deklarasi yang akan digelar pada hari Minggu, tanggal 30 November 2014. Beliau memberikan penekanan bahwa, "Kegiatan pencanangan ini didukung oleh seluruh elemen masyarakat, seperti: perwakilan dari para penduduk kelurahan-kelurahan yang berada di sekitar aliran Kali Loji, ormas, mahasiswa dan akademisi, komunitas, dan LSM.  Diupayakan relawan yang terlibat bisa mencapai sekitar 400 - 500 orang."


Supriyadi menyambut baik maksud dan tujuan gerakan moral ini dengan bertutur “Hal serupa pun telah dibudayakan oleh Komunitas Ijma’, yang telah menyelenggarakan penanaman 153 pohon Gaharu di Desa Yosorejo, 10.000 Mangrove di sepanjang pantai Kelurahan Panjang Baru, penjualan Sembako murah, dan pengobatan gratis. Semoga dijadikan suri tauladan bagi anggota masyarakat lainnya.”
~Oleh: Arry Anand~

Post a Comment Blogger

 
Top