0 Comment

Kota Pekalongan-

Ribuan guru TPQ, guru Madrasah Dinniyah (Madin) dan lebe pengurus jenazah mulai hari ini bisa tersenyum lega, pasalnya Pemerintah Kota Pekalongan lewat bagian Kesra , Kamis (20/11/14) telah mencairkan  dana dan membagikan uang tunjangan kesejahteraan yang pencairanya 4 bulan sekali sebesar Rp 400,000 kecuali  lebe pengurus jenazah non PNS yang sudah menerima uang tunjangan sejak tanggal 12 november lalu. Menurut keterangan kasubag ke agamaan dan pendidika, Toro selama lima hari ke depan bagian kesra akan membagikan uang ksejahteraan kepada 1950 orang guru TPQ, 900 orang guru madin dan yang telah menerima secara keseluruhan adalah lebe non pns sebanyak 122 orang dengan uang tunjangan sebesar Rp 550.000 per semester atau enam bulan sekali
" hari ini kami membagikan uang kepada 450 orang guru madin sisanya di lanjutkan besok sedangkan guru TPQ sudah di mulai sejak kamis berakhir sabtu lalu karena jumblahnya lebih banyak." ucap Toro.
Toro menambahkan sejak september atau sejak perubahan pagu anggaran yang tadinya di bagikan Rp 75.000 perbulan naik menjadi 100 ribu perbulan yang di berikan setiap empat bulan sekali atau tiga kali pertahun dan terakhir di tahun 2014. Masih menurut Toro dari jumblah yang berhak menerima masih terdapat 65 orang yang belum di masukan kedalam daftar karena setiap usulan yang di ajukan dari masing guru TPQ atau guru madin selalu jumblahnya lebih banyak.
" tahun depan kalau pagu anggaranya naik di harapkan sebanyak 65 orang yang belum menerima uang tersebut bisa terkover ataupun melalui mekanisme keluar masuk, ketika ada guru yang keluar otomatis yang ke 65 orang tersebut di masukan mengisi posisi yang di tinggalkan dengan menyesuaiakan jumblahnya kecuali pagunya naik dan cukup, otomatis akan kita masukan semua karena biasanya usulan yang di ajukan jumblahnya lebih banyak maka kita akan selalu adakan seleksi dan per triwulan selalu kita data." beber Toro.
Sementara itu, Tajudin pengajar dari Madrasah Sirojudtholibin Kradenan kepada pekalongan-news.com mengatakan, dirinya merasa bersyukur adanya tunjangan kesejahteraan karena walaupun tak seberapa cukup membantu secara ekonomi apalagi nilai dari tahun ketahun selalu ada kenaikan.
" senang saja mas karena pengajar seperti saya ini walau tidak seperti guru swasta atau guru PNS sedikit banyak juga dapat perhatian lewat pemberian uang tunjangan atau uang transpot istilah kami, kami berharap juga mudah mudahan tahun depan nilainya bisa bertambah." ungkap Tajudin.

Post a Comment Blogger

 
Top