0 Comment
Kota pekalongan-
Kondusifnya suhu  Kota Pekalongan paska kenaikan harga BBM di sikapi rasa syukur berbagai pihak terutama Dinas Perhubungan  Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Pekalongan yang dengan tanggap menggelar pertemuan yang melibatkan pemilik angkutan, perwakilan PPAK, Organda Kota Pekalo ngan, kepolisian dan Dishubparbud sendiri untuk merumuskan besaran tarif resmi yang akan di berlalukan.

Dari hasil pertemuan menghasilkan kesepakatan yang mengatur besaran tarif yang oleh Kepala dinas Perhubungan Kota Pekalongan, Drs. R Doyo Budi Wibowo di katakan belum final karena masih harus menunggu keputusan Gubernur.
" tarif yang di sepakati sifatnya masih sementara namun bisa di terapkan sembari menunggu surat keputusan resmi dari Gubernur maupun dari Kementrian Perhubungan." kata Doyo Kamis, (20/11/14) di ruang kerjanya.
Masih kata Doyo, " menurut perhitungan sesuai dengan rumusanya untuk jarak tempuh 17 km di kenakan tarif 1980 rupiah yang di bulatkan menjadi 2000 rupiah, jadi kenaikanya bisa di tentukan tidak begitu signifikan hanya di tambahkan 1000 rupiah dari tarif lama dari beberapa katagori penumpang itu saja masih belum fix karena kemungkinan masih ada perubahan karena acuanya keputusan Gubernur." Terang Doyo.
Sementara iti menanggapi keputusan pertemuan bersama antar pemangku kepentingan, ketua Organ da Kota pekalongan M Sodik mengatakan, " kalau kita ikuti aturan pemerintah jelas kita rugi karena perhitungan menurut pemerintah menggunakan mekanisme atas dasar dan atas bawah sehingga ketemu hitunganya yang tadinya tarif 2500 naik 1000 jadi 3500 jelas titik rawanya ada disitu karena penumpang passti membayar hanya 3000 kalau menggunakan mekanisme pasar jelas semua akan di untungkan penupang dan sopir, misalnya tarif yang sudah di naikan 3500 tadi kita bulatkan jadi 4000
kalau di paksakan 3500 akan sulit.
Sodik menambahkan " kenaikan harga yang di harapkan adalah 30% karena pembelian harga onderdil plat hitam di samakan dengan angkot yang berarti tidak ada subsidi bagi kami, harusnya pemerintah memikirkan itu semua bagaimana kondisi kita yang kolap mau keadan armadanya aman, nyaman dan indah kalau kita tidak ada subsidi yang meringankan beban kita.".
Sebagai mana di ketahui peranan angkutan kota sangat penting bagi ketersediaan sarana transoprtasi bagi warga masyarakat yang membutuhkan apalagi menurut Doyo kondisi angkutan Kota Pekalongan cukup memprihatinkan sesuai data terakhir jumblahnya terus merosot tak lebih dari 50an karena ada kecenderungan masyarakat lebih memilih sepeda motor yang jumblahnya terus meningkat.
Mengutip pernyataan ketua Organda bahwa pihaknya masih menunggu intruksi dari Organda Pusat tentang sikap yang akan dilakukan berkaitan dengan Naikmya harga BBM " kita siap melaksanakan intruksi apakah damai atau demo atau lebih bijaknya tidak mengeluarkan armada untuk beroprasi.



Post a Comment Blogger

 
Top