0 Comment
Kota Pekalongan-
Sebanyak 1121 yatim piatu sabtu (8/11) beberapa waktu lalu  menerima santunan dari yayasan wisma Aitam As Salam Pekalongan di jalan Seruni, kota Pekalongan.
Dari pantauan lapangan tampak dari beberapa peserta datang berbondong-bondong dengan menggunakan kendaraan angkutan umum yang mereka sewa dari daerah masing-masing serta sebagian menggunakan mobil pribadi dan kendaraan bermotor. sehingga lalu lintas di jalan seruni, tepatnya depan SMP 7 kota Pekalongan sempat terhambat meski hanya beberapa saat.
Nur Afandi, 28, salah satu pengurus TM GPRS (Tebar Manfaat Gapai Rahmat dan Syafa'at - red) misalnya. Ia datang dari Bojong, kabupaten Pekalongan dengan 42 anak yatim piatu yang diantarnya.
"Dari 42 anak yang kami ajak kemari bukan anak yatim yang di panti. Melainkan mereka warga di daerah kami yang terdata sebagai anak yatim. Sebagian besar dari mereka siswa sekolah" kata Afandi.
Dari data peserta penerima santunan yang diperoleh dari Sohibul Imdad Selaku Kepala Wisma Aitam bahwa mereka berasal  dari 16  Panti Asuhan Yatim (PAY) dan Non PAY se kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang.
"Tahun kemarin ada 721 anak. Dan. Kini ada peningkatan yaitu  1121 anak yang dari kesemuanya  tersebut berasal dari 16 PAY dengan total 366 anak. Selebihnya dari Non PAY. Dengan arti Non PAY adalah mereka yang berhasil di data yatim tapi tidak bertempat di panti. Data kami ambil dari beberapa kelurahan dan sekolah-sekolah." terang Imdad.

Ia jua menambahkan, santuanan yang diperoleh peserta berupa uang pembinaan dan buku tulis. "Yang mereka dapatkan tidak banyak, hanya 100 ribu rupiah. Dalam bentuk buku tulis dan uang pembinaan." Imbuhnya.Ketika dikonfirmasi terkait donator, Abdul Aziz Shaleh, selaku bendahara tidak menejelaskan secara rinci. Hanya ia menjelaskan donator yang turut menyalurkan bantuannya hanya beberapa donator saja.

 "Tidak banyak, yang jelas  kurang dari 10 donator. Yaitu mereka yang memang sudah menjalin hubungan dengan kami, serta turut membantu pengembangan wisma ini" kata Aziz.
Sementara Nayef Syamlan, selaku ketua yayasan mengimbuhkan. Berkumpulnya anak yatim piatu bukan sekedar menerima santunan dari yayasan. Melainkan lebih memotivasi anak yatim.
"Bukan semata-semata mereka kami kumpulkan untuk menerima santunan. Melainkan ini ajang silaturrohmi mereka. Bahwa mereka banyak temannya, sehingga mampu membangkitkan semangat mereka" tandasnya. 

Post a Comment Blogger

 
Top