googlesyndication.com

KOTA Pekalongan- Puluhan Pelajar Sekolah Menengah Pertama se-Kota Pekalongan mengikuti kegiatan jelajah heritage yang digagas oleh pemerintah Kota Pekalongan untuk memperingati peristiwa pertempuran 3 Oktober 1945, dikawasan monumen perjuangan rakyat pekalongan kemarin. Narasumber yang juga sejarawan pengarang buku ?Pekalongan Yang (tak) Terlupakan?, Moch.Dirhamsyah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk memerikan pemahaman sejarah kepada pelajar agar mengerti dan memahami sejarah Kota Pekalongan dengan baik. "Para pelajar perlu dikenalkan dengan sejarah masa lalu Kota Pekalongan, hal ini agar kebudayaan yang bersumber dari sejarah Kota tidak hilang begitu saja, namun tetap ada ditangan para pelajar ini,"ucapnya. Lokasi-lokasi yang menjadi tujuan napak tilas antara lain eks kantor Residen Pekalongan, dan eks momumen juang 45 yang kini telah berubah fungsi menjadi masjid Syuhada serta eks Lapangan Kebon Rodjo yang kini berubah menjadi Momunen. "Beberapa lokasi bersejarah memang telah berubah fungsi, seperti eks momumen juang 45 yang kini telah berubah fungsi menjadi masjid Syuhada, dan eks Lapangan Kebon Rodjo yang kini berubah menjadi Momunen.Namun hal itulah yang membuat napak tilas ini menjadi penting, kalau pelajar tidak diberitahu maka mereka tidak akan menyadari, bahwa dibeberapa lokasi ternyata dulu adalah tempat yang mengandung nilai sejarah tinggi,"lanjutnya. Dirhamsyah berharap, melalui napak tilas ini pelajar di Kota Pekalongan semakin menyadari bahwa kota batik ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang dalam masa kemerdekaan dan sisa-sisa sejarah yang masih dapat ditemui saat ini bisa dijaga dan lestarikan.

 
Top