0 Comment


Kota Pekalongan-
Pemerintah Kota Pekalongan berencana menjadikan lantai tiga Pasar Banjarsari sebagai area yang mendukung produk fashion muslimah yang sedang di promosikan sebagai Sentiling Hijab Center,
Hal tersebut ditanggapi positif oleh masyarakat, terutama oleh pelaku UKM yang terlihat antusias jika di lihat dari banyaknya peminat yang ingin terdaftar sebagai peserta. Menurut data yang di keluarkan Dinas Perindustrian Perdagangan Koprasi Dan UMKM sejak di buka tanggal 5 september yang lalu dan di tutup pada tanggal 30 september  sudah di penuhi 145 pendaftar, sedang Disperindagkop hanya menyediakan kuota 55 tempat.

Melihat keadaan yang demikian, Kabid Perdagangan pada Disperindagkop, Wismo Adityo kepada pekalongan-news.com Selasa (14/10/14) mengatakan akan melakukan verifikasi terhadap pendaftar, yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menuturkan bahwa dari 145 pendaftar tersebut berasal dari latar belakang berbeda-beda, ada yaang mengaku sudah berjulan online, ada yang mengaku sudah berjualan di pasar Banjarsari lantai 1 dan ada juga yang mengaku sudah berjualan di pasar Tiban.

"ekspektasi para pelaku UKM terhadap  rencana Sentiling Hihab center sangat luar biasa hingga mampu menarik para peminat yang mencapai 145 pendaftar, untuk itu kami akan lakukan verifikasi terhadap semua pendaftar, siapakah yang paling layak untuk menempati lokasi yang telah kami sediakan.'' Ujar Wismo.

Ditanya mengenai kriteria verifikasi?, Wismo menolak memberitahu, ia hanya membocorkan bahwa salah satu kriteria adalah UKM yang berjualan di Sentiling Hihab center adalah UKM yang tahan banting dan benar-benar berkomitmen untuk meramaikan lantai 3 pasar Banjarsari, yang digadang akan jadi salah satu ikon Kota batik untuk jadi lokasi penjualan hijab.

"Kalau saya bocorkan kriterianya nanti pendaftarnya tidak akan jujur lagi, mereka akan melakukan apa saja untuk sesuai dengan kriteria. Jadi saya cuma ingin katakan bahwa 55 pendaftar yang terpilih nanti harus benar-benar penjual yang mau bekerja keras dan berkomitmen tinggi dengan program Sentiling Hihab center,"ungkapnya.

Menurut rencana para penjual di Sentiling Hihab center nantinya tidak akan ditarik biaya sewa tempat alias gratis selama 9 bulan awal, penjual hanya akan dibebankan biaya listrik saja. Sebelum Sentiling Hihab center di buka, disperindagkop akan melakukan pembersihan dan pengecatan sehingga lokasi yang akan dipakai untuk berjulan akan terlihat lebih bersih dan menarik, serta menyediakan petugas kebersihan nantinya.

Wismo menjelaskan bahwa jika dalam 9 bulan pertama diluncurkannya Sentiling Hihab center ternyata berhasil, maka jumlah 55 lokasi berjualan tersebut memungkinkan untuk ditambah, baik yang permanen maupun non permanen.

"Kami akan lihat dulu 9 bulan awal untuk evaluasi, apabila berhasil maka akan ditambah lagi kuotanya, sehingga pendaftar yang belum lolos untuk awal nanti bisa masuk lagi. Dan untuk lebih menarik pengunjung maka kami akan adakan beberapa event di sana, dan saya berharap jika ada SKPD yang punya event berkaitan dengan muslim fashion bisa diadakan di Sentiling Hihab center untuk mempromosikan lokasi tersebut,"imbuhnya.

Post a Comment Blogger

 
Top