0 Comment

Kota Pekalongan-

Musim kemarau telah menyebabkan beberapa lahan pertanian di Kota Pekalongan kekeringan dan sebagian lagi mengalami puso atau gagal panen, seperti halnya lahan pertanian di daerah Banyurib Ageng yang mengalami kekeringan sejak beberapa bulan terakhir. Nurjoko (49 th) dan Sidiq (52 th) dua petani penggarap sawah setempat mengaku sudah mengalami puso pasca hari Raya Idul Fitri lalu, kini setelah lahan garapan nya  tak bisa di tanami padi lagi mereka mengandalkan tanaman musiman untuk menyambung hidup.



Untuk memenuhi kebutuhan air bagi Tanaman garapanya, kedua petani tersebut terpaksa menggunakan air limbah industri batik yang banyak tersebar di sekitar Kelurahan Banyurib Ageng, Pekalongan Selatan.'' kami terpaksa mengairi lahan garapan kami dengan air limbah yang sebenarnya kami tahu sangat tidak baik bagi tanaman karena memang itu satu-satunya cara kami bertahan.'' ujar sidiq kepada pekalongan-news.com, Senin (13/10/14)

Nurjoko dan sidiq resah kalau kondisi tersebut berlarut-larut, sebab walaupun air irigasi kering tapi anehnya air limbah dari berbagai sumber lancar mengalir, kondisi tersebut jelas menghawatirkanya kalau terus bergantung dengan air limbah yang ada.
'' setiap hari dua kali,pagi dan menjelang sore saya sirami tanaman terung dan menti mun dengan air limbah yang saya ambil langsung di jalur irigasi yang berubah jadi saluran pembuangan limbah, sebagian lagi saya bobol tanggulnya dan saya alirkan ke lahan garapan supaya rata teraliri.'' terang Joko.
Kepada pekalongan-news, keduanya mengaku bahwa sangat berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib petani seperti dirinya dan juga petani yang lain. Untuk membuat sumur bor dan sewa alkon jelas sangat memberatkanya mengingat kami sudah mengalami gagal panen kini tanaman garapanya harus melawan kekeringan.
'' jangan batik saja yang di perhatikan kami pun ingin hal yang sama, karena bagaimanapun petani seperti kami butuh perlindungan mengenai kelangsungan nasib kami ke depan.'' keluh Sidiq.



Post a Comment Blogger

 
Top