googlesyndication.com

0 Comment
Kota Pekalongan-
Ratusan buruh yang tergabung di SPN Kota Pekalongan menggeru   duk  Kantor DPRD Kota Pekalongan Selasa (28/10/14),
buruh menuntut agar anggota DPRD membela nasib mereka terkait dengan Walikota PHM Basyir Ahmad Yang lebih membela
kepentingan pengusaha dengan menyetujui survai KHL yang di keluarkan Apindo.

Buruh berusaha menemui para anggota legislatif untuk
menyuarakan aspirasi yang mereka bawa namun buruh kecele karena tak seorangpun menemui mereka. Bahkan Ke 30 anggota Dewan tidak ada di tempat.

Setelah dilakukanya mediasi akhirnya buruh di temui sekretaris Dewan Suparno di ruang kerjanya. Kepada Suparno buruh kembali menyodorkan bukti-bukti praktik ketidak adilan yang di lakukan
Apindo, Dewan Pengupahan dan Walikota Pekalongan.

Kepada Suparno, Arifianto sekretaris SPN Kota Pekalongan membeberkan tuntutan buruh yang menilai Walikota bertindak tidak adil dengan mengesampingkan Tren kenaikan upah pertahun dan kalender inflasi 3,86 % dan memutuskan memilih angka yang di sodorkan Apindo dengan upah sebesar 1.285.000.00 yang menurut Arifianto nilainya turun dari tahun lalu.

Arifianto menuntut Walikota Merevisi ulang angka tersebut sebelum tanggal 1 no vember 2014 karena sesuai perintah Gubernur Jateng bahwa tanggal 1 November adalah batas akhir semua Pemerintah Daerah di Jateng harus menyerahkan angka Upah Minimum untuk tahun 2015 mendatang        
Arifianto juga mengaku kecewa dengan menganggap anggota Dewan pengecut padahal dirinya sudah dua kali mengirim surat untuk di adakanya pertemuan namun sampai sepuluh hari tidak ada jawaban hingga buruh memutuskan untuk mendemo kantor DPRD Kota Pekalongan.

Buruh mengancam akan demo dengan kekuatan yang lebih besar lagi kalau perlu membubarkan perusahaan-perusahaan yang ada dan menduduki Pantura hari kamis depan bila tuntutan mereka tidak di indahkan dan menganggap anggota Dewan tidak sesuai sengan janjinya di waktu kampanye.

Sementara itu Suparno Sekretaris Dewan kepada kaum buruh mengatakan Sekwan tidak dalam kapasitas mempengaruhi dan memutuskan karena sekwan bukan anggota dewan namun dirinya akan berusaha membawa masalah tersebut untuk di bahas di sidang Dewan.

Kepada Pekalongan-news Suparno mengatakan bahwa semua anggota Dewan sedang kegiatan luar tanpa merinci lebih lanjut.

Tidak puas buruhpun melampiaskan kejengkelanya di depan Kantor Walikota Pekalongan dengan kembali demo namun lagi-lagi buruh harus menahan kekecewaan karena Walikota HM Basyir Ahmad sedang dinas ke jakarta.

Akhirnya buruh mengalihkan Demonya ke kantor Dinas Transmigrasi dan ketenaga kerjaan Kota Pekalongan.

Post a Comment

 
Top