googlesyndication.com

Kab Pekalongan-
Jelang hari Raya Idul Fitri tiap malam hujan turun deras dengan insitas yang lumayan tinggi walaupun hanya beberapa jam, namun cukup membuat air naik dan menggenangi seluruh desa.
Terbukti pelaksanaan sholat Id  (27/7/14)  di warnai hujan gerimis, panitia masjid yang sudah mempersiap kan lokasi di halaman masjid di buat tak berdaya ketika hujan turun sedari pagi.
''sehabis sholat subuh kita telah siapkan alas untuk sholat bagi jamah di area halaman masjid, untuk antisipasi melubernya jamaah karena
konsentrasi warga untuk sholat Id salah satunya dimasjid Ibnu Quba Desa Jeruksari ini,       
akan tetapi memang cuaca memang tak bisa di prediksi hujan tetap turun''. terang salah satu panitia.
Salah seorang jamaah mengatakan Ia sengaja memilih masjid Ibnu Quba karena tempatnya luas dan relatif aman dari rob, dari beberapa mushola yang ada hanya di masjid ini yang paling aman lainya terancam tergenang rob apalagi selama bulan puasa hampir setiap malam hujan turun dan tanpa hujan pun desanya sering tergenang rob apalagi  ditambahi hujan.
Dari pantauan memang hampir seluruh desa masih tergenang rob hanya beberapa lokasi yang kondisinya agak lumayan namun tak mengurangi rasa khusuk dan gembira menyambut lebaran, warga masih beraktifitas menyambut lebaran yang di warnai hujan dan rob.
Desa di penghujung utara kab Pekalongan ini masih setia dengan keadaan alam tanpa ada perubahan yang berarti, saking terkenalnya desa jeruksari sebagai desa rob di kalangan tertentu ada anekdot yang mengatakan bahwa di larang keras bagi pendatang maupun warga lokal untuk buang air kecil sembarangan karena bisa menyebabkan banjir.
 
Top