-->

Demo Besar di Prancis Berujung Ricuh, Balai Kota Berusia 140 Tahun Terbakar

Pekalongan News
Sunday, October 18, 2026, October 18, 2026 WIB Last Updated 2026-10-18T12:24:15Z
Demo Besar di Prancis Berujung Ricuh, Balai Kota Berusia 140 Tahun Terbakar
sumber gambar Reuters
Pekalongannews, Prancis - Demonstrasi besar-besaran yang dipicu tingginya biaya hidup di Prancis berujung kerusuhan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. 

Massa dilaporkan membakar Balai Kota Limoges yang berusia sekitar 140 tahun, menyebabkan kerusakan parah pada bangunan bersejarah tersebut. Bentrokan dengan aparat keamanan juga mengakibatkan sejumlah polisi terluka dan belasan orang ditahan.

Aksi protes yang berlangsung di berbagai wilayah Prancis itu diperkirakan diikuti sekitar 550.000 orang. Namun, demonstrasi yang semula menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat tersebut berkembang menjadi kericuhan di sejumlah lokasi.

Salah satu insiden paling serius terjadi di Limoges, ketika sekelompok demonstran bertopeng diduga membakar gedung balai kota. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kobaran api melalap bagian atap bangunan hingga menara runcingnya runtuh.

Menurut keterangan Prefektur Haute-Vienne, sekelompok perusuh menerobos masuk ke gedung balai kota sekitar pukul 18.00 waktu setempat sebelum kebakaran terjadi. 

Pihak berwenang mengecam keras aksi pembakaran yang disebut dilakukan secara sengaja tersebut.

Kerusuhan juga terjadi di kawasan lain di kota tersebut. Pihak prefektur menyebut sekitar 2.000 orang berkumpul di kawasan timur kota pada pukul 14.00 waktu setempat. Dari jumlah itu, lebih dari 500 orang dilaporkan terlibat dalam aksi kerusuhan.

Sebagian demonstran menyerang aparat keamanan dengan melemparkan berbagai benda. Akibatnya, empat petugas polisi mengalami luka yang tergolong lebih serius. Selain itu, empat kendaraan polisi dilaporkan hancur dalam rangkaian kericuhan tersebut.

Situasi semakin memanas ketika massa bergerak memblokir jalan tol A20 sebelum melanjutkan aksi menuju pusat kota. Tindakan tersebut menambah gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum.

Pihak berwenang juga melaporkan adanya penjarahan di sejumlah lokasi sekitar kawasan terdampak. Insiden-insiden tersebut kini menjadi bagian dari penanganan aparat keamanan.

Untuk menangani kerusuhan, kepolisian melakukan tindakan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Hingga laporan disampaikan, sebanyak 19 orang telah ditahan di wilayah terkait.

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran balai kota, penyerangan terhadap polisi, serta berbagai aksi perusakan lainnya.

Demonstrasi ini berlangsung di tengah meningkatnya keresahan masyarakat terkait tingginya biaya hidup di Prancis. 

Meski demikian, aksi kekerasan dan perusakan yang terjadi telah menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan bangunan bersejarah hingga jatuhnya korban luka dari kalangan aparat keamanan.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti tantangan pemerintah dalam menghadapi gelombang protes masyarakat sekaligus menjaga keamanan publik dan melindungi fasilitas umum dari tindakan anarkistis.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI