-->

PMI Pekalongan Sakit di Dubai Tak Bisa Pulang karena Biaya Rp65 Juta, Rizal Bawazier Siap Bantu

Pekalongan News
Monday, October 12, 2026, October 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T10:43:38Z

PMI Pekalongan Sakit di Dubai Tak Bisa Pulang karena Biaya Rp65 Juta, Rizal Bawazier Siap Bantu

Pekalongannews, Pekalongan – Upaya pemulangan Khamidah, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang sakit di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), mulai mendapat titik terang. 

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu penanganan kasus tersebut.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adhyaksa, Didik Pramono, mengatakan pihaknya telah dihubungi perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk menindaklanjuti persoalan yang dialami Khamidah.

“Kami mendapat kabar dari Pak Rizal Bawazier bahwa kasus ini akan dibantu oleh beliau. Dan benar, pihak Kedubes RI untuk Arab Saudi sudah menghubungi kami,” kata Didik melalui sambungan telepon, Minggu (11/10/2026) malam.

Menurut Didik, koordinasi lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/10/2026) siang melalui konferensi video atau Zoom. Pertemuan tersebut rencananya melibatkan pihak kedutaan, Sujari, serta LBH Adhyaksa yang akan mendampingi suami Khamidah.

“Kami berterima kasih karena laporan kami langsung ditindaklanjuti oleh Pak Rizal Bawazier. Besok kami akan menjelaskan kepada pihak Kedubes terkait permasalahan ini,” ujarnya.

Didik berharap koordinasi tersebut dapat membantu menemukan solusi agar Khamidah bisa segera kembali ke Indonesia. Adapun mekanisme pemulangan dan penyelesaian kendala biaya masih perlu ibahas bersama pihak terkait.

Sebelumnya, kisah Khamidah menjadi perhatian setelah muncul kabar mengenai kesulitannya untuk pulang ke Tanah Air. Perempuan asal Kelurahan Buaran Kradenan, Kota Pekalongan, itu disebut baru sekitar tiga bulan bekerja di Dubai sebelum meminta dipulangkan karena kondisi kesehatannya menurun setelah sakit.

Namun, rencana kepulangannya terkendala biaya denda dan pemulangan yang disebut mencapai Rp60 juta hingga Rp65 juta.

Bagi Sujari, jumlah tersebut sulit dipenuhi. Selama istrinya bekerja di luar negeri, ia tidak bekerja karena harus mengurus kedua anak mereka di rumah.

Kondisi itu membuat Sujari berharap ada bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait agar istrinya dapat kembali ke Indonesia tanpa terbebani biaya yang tidak mampu ia tanggung.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Bawazier, mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk membantu penanganan kasus Khamidah.

“Saya sudah menghubungi KJRI Dubai dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran. Insyaallah segera ditangani dan segera kita selesaikan,” ujar Rizal.

Koordinasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperjelas persoalan yang menghambat kepulangan Khamidah, termasuk rincian biaya dan prosedur yang harus ditempuh.

Meski demikian, kepastian mengenai mekanisme pemulangan dan penyelesaian biaya masih menunggu hasil komunikasi antara pihak keluarga, LBH Adhyaksa, perwakilan pemerintah Indonesia, serta instansi terkait.

Sujari kini berharap proses koordinasi berjalan lancar sehingga istrinya dapat segera kembali ke rumah dan berkumpul dengan kedua anak mereka.

Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI