-->

Macan Kumbang Masuk Permukiman Warga Batang, BKSDA Evakuasi dalam 1,5 Jam

imajinasi
Thursday, August 13, 2026, August 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-13T05:36:18Z



Pekalongannews, Batang – Warga Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dikejutkan dengan kemunculan seekor macan kumbang di dalam rumah warga, Rabu (12/8/2026).

Satwa liar tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan setelah berada di kawasan permukiman. Proses penanganan melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, tim medis Batang Dolphin Center, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bawang.

Kepala Resort BKSDA Wilayah Semarang, Rimbawanto, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai keberadaan macan kumbang yang masuk ke rumah warga.

Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi satwa sekaligus melakukan penanganan. Tim kemudian berkoordinasi dengan tenaga medis satwa dan unsur Forkopimcam agar proses evakuasi berlangsung aman.

“Karena kondisinya tadi tidak memungkinkan, melihat satwa sudah masuk ke dalam rumah dan membahayakan masyarakat, maka kami lakukan kegiatan evakuasi,” kata Rimbawanto.

Evakuasi berlangsung sekitar satu setengah jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.30 WIB. Dalam kondisi normal, satwa liar yang masuk ke permukiman terlebih dahulu akan diupayakan untuk dihalau agar kembali menuju habitatnya.

Namun, posisi macan kumbang yang sudah berada di dalam rumah membuat penghalauan tidak memungkinkan dilakukan. Petugas akhirnya mengambil langkah evakuasi dengan melibatkan tim medis.

Macan kumbang tersebut kemudian dibius untuk memudahkan proses penanganan. Setelah berhasil diamankan, satwa dibawa ke tempat penyelamatan di Batang Dolphin Center untuk menjalani pemeriksaan dan observasi lebih lanjut.

Tim medis Batang Dolphin Center, dokter hewan Dani Bagus Wibowo, mengatakan kondisi satwa masih dalam pemantauan. Dari pemeriksaan awal, ditemukan adanya luka pada bagian kaki kanan.

“Luka tersebut bukan luka baru, mungkin sudah beberapa hari,” ujar Dani.

Menurutnya, luka tersebut masih perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kesehatan macan kumbang secara menyeluruh. Tim juga berupaya memastikan satwa tidak mengalami stres selama menjalani observasi.

Dani menduga kondisi luka pada kaki dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan macan kumbang bergerak hingga mendekati kawasan permukiman. Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan satwa liar di sekitar permukiman. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penghalauan atau evakuasi sesuai kondisi di lapangan.

Dalam evakuasi di Desa Gunungsari tersebut, macan kumbang berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban, baik dari masyarakat maupun petugas.

Saat ini, satwa tersebut masih menjalani observasi di Batang Dolphin Center sebelum ditentukan langkah penanganan berikutnya.

Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI