Pekalongannews, Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang tak hanya bergerak sebagai kawasan industri dan investasi. Di tengah geliat pembangunan kawasan, ruang publik yang menggabungkan aktivitas masyarakat, seni, budaya, dan pariwisata mulai mendapat perhatian.
Salah satunya melalui keberadaan Amphitheater KEK Industropolis Batang yang berada di kawasan dengan panorama langsung menghadap Laut Jawa.
Fasilitas terbuka tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan publik dan pertunjukan.
Salah satunya melalui keberadaan Amphitheater KEK Industropolis Batang yang berada di kawasan dengan panorama langsung menghadap Laut Jawa.
Fasilitas terbuka tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan publik dan pertunjukan.
Salah satunya Pagelaran Tari Nusantara yang digelar gratis sebagai puncak acara Tenant Festa #2 Batang, Jumat (28/8/2026).
Antusiasme masyarakat terlihat begitu besar. Lebih dari 10 ribu pengunjung memadati kawasan amphitheater untuk menyaksikan pertunjukan seni sekaligus menikmati suasana kawasan dengan latar panorama Laut Jawa. Pertunjukan tersebut mengusung tema “Seni, Tradisi, Budaya, Warisan untuk Masa Depan.”
Sejumlah kesenian Nusantara ditampilkan dalam pagelaran tersebut. Mulai dari Tari Kongkorongok, Tari Merak, Tari Mardika Nusantara, hingga penampilan live Kusuma Wijaya oleh Pawestri.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, mengatakan keberadaan Amphitheater menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas industri.
“KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan untuk aktivitas industri, tetapi juga memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Dengan adanya Amphitheater ini, kami ingin menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika berkunjung ke kawasan, sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki KEK Industropolis Batang,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan ruang publik tersebut dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai kegiatan di kawasan KEK Industropolis Batang.
Dengan lokasi yang menghadap Laut Jawa dan dilengkapi helipad, amphitheater memiliki potensi untuk menjadi salah satu ruang kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni, kegiatan masyarakat maupun agenda publik lainnya.
Membludaknya jumlah pengunjung dalam pagelaran tersebut menjadi gambaran bahwa perkembangan kawasan industri juga dapat berjalan berdampingan dengan kebutuhan ruang sosial dan budaya.
Lebih dari 10 ribu orang yang hadir sekaligus memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan seni dan hiburan yang digelar di ruang terbuka.
Bagi KEK Industropolis Batang, momentum tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan wajah kawasan kepada masyarakat secara lebih luas.
Kawasan yang selama ini identik dengan aktivitas industri dan investasi, mulai menunjukkan sisi lain melalui pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan seni dan budaya.
Amphitheater pun tidak sekadar menjadi lokasi pertunjukan. Fasilitas tersebut dapat menjadi titik berkumpul masyarakat sekaligus ruang untuk mempertemukan perkembangan kawasan dengan aktivitas sosial dan kebudayaan.
Keberadaan ruang seperti ini pada akhirnya dapat memperkuat daya tarik KEK Industropolis Batang sebagai kawasan yang tidak hanya dinamis dari sisi ekonomi, tetapi juga terbuka terhadap aktivitas masyarakat, seni, budaya, dan pariwisata.
“Dengan potensi yang dimiliki, Amphitheater KEK Industropolis Batang ke depan dapat menjadi salah satu ruang publik yang memperkuat identitas kawasan sekaligus memperkenalkan Batang kepada masyarakat dari berbagai daerah,” pungkasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu besar. Lebih dari 10 ribu pengunjung memadati kawasan amphitheater untuk menyaksikan pertunjukan seni sekaligus menikmati suasana kawasan dengan latar panorama Laut Jawa. Pertunjukan tersebut mengusung tema “Seni, Tradisi, Budaya, Warisan untuk Masa Depan.”
Sejumlah kesenian Nusantara ditampilkan dalam pagelaran tersebut. Mulai dari Tari Kongkorongok, Tari Merak, Tari Mardika Nusantara, hingga penampilan live Kusuma Wijaya oleh Pawestri.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, mengatakan keberadaan Amphitheater menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas industri.
“KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan untuk aktivitas industri, tetapi juga memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Dengan adanya Amphitheater ini, kami ingin menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika berkunjung ke kawasan, sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki KEK Industropolis Batang,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan ruang publik tersebut dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai kegiatan di kawasan KEK Industropolis Batang.
Dengan lokasi yang menghadap Laut Jawa dan dilengkapi helipad, amphitheater memiliki potensi untuk menjadi salah satu ruang kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni, kegiatan masyarakat maupun agenda publik lainnya.
Membludaknya jumlah pengunjung dalam pagelaran tersebut menjadi gambaran bahwa perkembangan kawasan industri juga dapat berjalan berdampingan dengan kebutuhan ruang sosial dan budaya.
Lebih dari 10 ribu orang yang hadir sekaligus memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan seni dan hiburan yang digelar di ruang terbuka.
Bagi KEK Industropolis Batang, momentum tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan wajah kawasan kepada masyarakat secara lebih luas.
Kawasan yang selama ini identik dengan aktivitas industri dan investasi, mulai menunjukkan sisi lain melalui pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan seni dan budaya.
Amphitheater pun tidak sekadar menjadi lokasi pertunjukan. Fasilitas tersebut dapat menjadi titik berkumpul masyarakat sekaligus ruang untuk mempertemukan perkembangan kawasan dengan aktivitas sosial dan kebudayaan.
Keberadaan ruang seperti ini pada akhirnya dapat memperkuat daya tarik KEK Industropolis Batang sebagai kawasan yang tidak hanya dinamis dari sisi ekonomi, tetapi juga terbuka terhadap aktivitas masyarakat, seni, budaya, dan pariwisata.
“Dengan potensi yang dimiliki, Amphitheater KEK Industropolis Batang ke depan dapat menjadi salah satu ruang publik yang memperkuat identitas kawasan sekaligus memperkenalkan Batang kepada masyarakat dari berbagai daerah,” pungkasnya.



No comments:
Post a Comment